HARI ANTI KORUPSI 2019

Menteri Keuangan Sri Mulyani: Korupsi Musuh Nyata yang Menghancurkan Negara dari Dalam

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengingatkan jajarannya bahwa korupsi adalah musuh yang nyata yang bisa menhancurkan negara.

Menteri Keuangan Sri Mulyani: Korupsi Musuh Nyata yang Menghancurkan Negara dari Dalam
Kompas.com/Mutia Fauzia
Menteri Keuangan Sri Mulyani 

Menteri Keuangan Sri Mulyani: Korupsi Musuh Nyata yang Menghancurkan Negara dari Dalam

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Meski perayaan hari anti korupsi baru akan diperingati 9 Desember 2019, namun Kementerian Keuangan RI sudah menggelar peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2019 di Aula Cakti Buddhi Bhakti, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta Selasa (3/12/2019).

Dikutip dari website resmi Dirjen Pajak di alamat https://www.pajak.go.id/ , Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengingatkan jajarannya untuk menjaga integritas. 

"Korupsi adalah musuh yang nyata. Tantangan yang bisa menghancurkan negara. Kita tidak perlu musuh dari luar. Musuh dari dalam diri kita sendiri justru yang biasanya paling bisa meruntuhkan bangsa," ujar Sri Mulyani saat membuka acara.

Oleh karena itu, Sri meminta Tim Kepatuhan Internal untuk terus diperkuat agar semakin efektif menghapus perilaku koruptif di lingkungan Kemenkeu.

"Kejahatan korupsi belasan tahun lalu sempat menjadi sangat sistemik dalam birokrasi Pemerintah Indonesia. Syukurlah, reformasi birokrasi di Kemenkeu sekitar 15 tahun lalu berhasil mampu memperbaiki kondisi ini," tutur Sri.

Ia meminta agar unit-unit vertikal di Kemenkeu yang telah memperoleh predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) tidak cepat merasa puas.

DERETAN Event Peringatan Hari Anti Korupsi 2019 di KPK, Festival Musik hingga Diskusi Integritas

Sebab, katanya, predikat tersebut tidak menjamin unit-unit vertikal tersebut  benar-benar sudah bersih dari korupsi.

"Pesan saya, hati-hati. Meskipun sudah meraih WBK-WBBM, itu tidak menjamin ke depan sudah bersih dari korupsi. Memperoleh predikat WBK-WBBM itu berarti beban moral Anda semua menjadi lebih besar. Jangan sampai ada yang sudah berpredikat WBK-WBBM tapi lalu ditangkap," imbuhnya.

Meski begitu, mantan Direktur Bank Dunia itu pun mendorong agar unit-unit lain untuk mendapat predikat WBK-WBBM.

Halaman
12
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved