BATAM TERKINI

Ini Kronologi Apeng Terbakar Versi Polisi, Diduga Percobaan Bunuh Diri

Selasa (2/12/2019), sekira pukul 11.45 Wib telah terjadi dugaan percobaan bunuh diri dengan cara menyiramkan minyak tanah, atas nama Apeng

Ini Kronologi Apeng Terbakar Versi Polisi, Diduga Percobaan Bunuh Diri
istimewa
Polisi saat melakukan olah tempat kejadian perkara 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Terkait kabar kematian Tan Sui Peng alias Apeng (57) dengan kondisi luka bakar, pihak kepolisian memberikan pernyataan resminya.

Dalam rilis yang diterima Tribunbatam.id, Sabtu (7/12/2019), dijelaskan pada Selasa (2/12/2019) sekira pukul 11.45 Wib telah terjadi dugaan percobaan bunuh diri dengan cara 
menyiramkan minyak tanah di ruangan karaoke joki (JK) Komplek Marina Busnis Centre blok B No. 11-12 Kecamatan Lubuk Baja Kota Batam.

Adapun identitas korban bernama Apeng, agama Budha, alamat di Perumahan Happy Garden Kecamatan Lubuk Baja Kota Batam.

barang bukti yang ditemukan polisi di Pub Haway
barang bukti yang ditemukan polisi di Pub Haway (istimewa)

"Sekira pukul 11.30 wib korban datang ke Pub Haway untuk menjumpai Owner saudara Iwan, namun saat itu korban bertemu dengan saudara Lili Marlina dan saudara Lili Marlina menghubungi saudara Iwan, bahwa korban menunggunya di Pub Haway," tulis rilis itu.


Luka Bakar Apeng Jadi Pertanyaan, Dominan di Bagian Punggung, Keluarga Minta Keadilan

Lantas, saudara Iwan meminta apabila penting, agar korban datang saja ke rumahnya. Namun korban menolak dan korban pergi ke bagian dapur mengambil bungkusan dan masuk ke ruangan operator Karaoke Joki (KJ) dan berteriak.

"Kalau dia tidak datang aku mati saja,".

barang bukti yang ditemukan polisi di Pub Haway
barang bukti yang ditemukan polisi di Pub Haway (istimewa)

Lalu saksi saudara Lili Marlina tidak menghiraukan perkataan korban, tidak lama kemudian saudara Lili Marlina melihat ruangan karaoke joki (JK) mengeluarkan asap hitam.

Polisi saat melakukan olah tempat kejadian perkara
Polisi saat melakukan olah tempat kejadian perkara (istimewa)

Melihat hal tersebut saudara Lili Marlina menghampiri ruangan tersebut dan melihat korban sudah terbakar dengan posisi terlentang, selanjutnya korban dibawa ke rumah sakit Budi Kemuliaan. (*)

Kematian Suaminya Dirasa Ganjil

Sementara itu, duka mendalam masih menyelimuti English Boru Silaban atas kepergian suaminya, Tan Sui Peng alias Apeng (57). 

Apeng meninggal dunia usai dikabarkan bakar diri, Senin (2/12/2019) sekira pukul 11.00 Wib di Hawaii Karaoke yang berada di Komplek Marina Bussines Blok B Nomor 10, Lubukbaja, Batam, Kepri.
Saat wartawan menyembangi rumahnya di Perumahan Happy Garden, tidak jauh dari Hawaii Karaoke, muka English tampak kusut. Matanya terlihat bengkak. Suaranya terdengar parau.

"Saya tak tahu nasib saya dan dua anak saya ke depan. Saya hanya pasrah atas kejadian ini," katanya kepada Tribunbatam.id dengan mata berkaca-kaca, Sabtu (7/12/2019).
English tak menyangka begitu cepat suaminya meninggal. Ia mengatakan, tak begitu percaya rilis dari polisi yang menyimpulkan suaminya sengaja nekat membakar diri karena terlilit hutang.
 
 

Sebab katanya, sejak 16 tahun silam menikah dengan pria yang akrab disapa Apeng, tidak pernah ada masalah, dan dalam mengambil kebijakan tidak buru-buru seperti yang dirilis polisi.
"Sedangkan kalau saya kesal sama suami saya, dia cepat menyelesaikan dengan hati dingin. Kalau ada masalah, dia duluan ngirim pesan ke saya.
Dia nanya, masih marah? Kalau masih marah minum air es dulu biar dingin. Katanya begitu berseloroh," ujar English seraya menirukan pesan suaminya semasa hidup.
Keganjilan suaminya disimpulkan bakar diri adalah, terkait asal kebakaran di badan suaminya. 

Ia menuturkan, suaminya dominan terbakar dari punggung. Bukan justru dari depan.
"Kalau bakar diri kenapa tidak dari depan? Bagian punggung loh yang terbakar. Pertanyaan lagi, kalau bakar diri kenapa di tempat karaokean? Ada apa? Saya tidak begitu percaya," ujarnya.
English melanjutkan, Pemilik Hawaii Karaoke Iwan sempat bertemu dengannya setelah kejadian. Iwan mengatakan, kalau suaminya Apeng sengaja bakar diri. English pun tak menggubris hal itu. 
"Kenapa begitu cepat disimpulkan bakar diri. Tak ada masalah dengan saya, apa yang membuat dia bakar diri. Ini sebuah keanehan menurut saya. Saya hanya mohon keadilan soal ini," ujarnya.
English mengatakan, sekitar 10 menit sebelum kejadian, suaminya Apeng sempat berkomunikasi dengan seseorang melalui telepon, belakangan ia tahu orang di seberang telepon bernama Iwan, pemilik Hawaii Karaoke. 

Dalam percayakan yang ia dengar, sempat terlibat adu mulut soal uang. Sepengetahuan English, cerita suaminya semasa hidup, Apeng telah mencari investor untuk mengembangkan usaha Iwan.
Namun hutang itu macet di tangan Iwan. Namun investor itu menanyakan kepada Apeng. Karena Apeng yang mengenalkan Iwan kepada investor itu.
"Sempat terjadi ribut-ribut di handphone sekitar 10 menit sebelum kejadian. Terkait masalah hutang. Mungkin suami saya juga minta bagian fee karena perlu uang sekolah anak saya pertama.
Habis telponan itu suami saya ke Hawaii Karaoke. Karena dekat sekitar 500 meter lah jaraknya. Eh tiba-tiba selang beberapa menit datang pegawai karaoke Hawai kasih tahu kalau suami saya bakar diri," beber English.
Tinggalkan Dua Anak dan Satu Istri
Perumahan yang dihuni sekarang ini oleh English di Happy Garden bukan milik pribadi. Melainkan sewa. 
English bingung mencari nafkah dua anak mereka hasil perkawinannya dengan Apeng.
Anak pertama berumur 14 tahun dan anak kedua masih delapan tahun.
 "Anak kedua autis pak. Saya masih bingung ini. Karena suami saya adalah tulang punggung keluarga. Empat hari kejadian ini saya hanya pasrah dan banyak menangis," kata English.
English dan anak pertamanya berharap, polisi mengungkap penyebab kebakaran suaminya. Ia berharap Presiden Joko Widodo turut membantu mereka.
English tak keberatan jika diambil videonya untuk menyampaikan keluhannya. 

"Saya minta pak Jokowi, pak Kapolda Kepri dan seluruh pimpinan polisi untuk membantu saya mengungkap kebenaran terbakar suami saya. Kami rakyat kecil ini hanya memohon keadilan," katanya.
(*/TribunBatam.id/leo halawa)
Editor: Dewi Haryati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved