Jokowi Puji Sikap Tegas Erick Thohir yang Pecat Ari Askhara, Kasus Sepeda Brompton

Presiden Jokowi angkat bicara mengenai sikap Menteri BUMN Erick Thohir yang memecat Dirut Garuda Indonesia Ari Askhara.

Jokowi Puji Sikap Tegas Erick Thohir yang Pecat Ari Askhara, Kasus Sepeda Brompton
(Foto: Rahmat/Humas Setkab)
Presiden Jokowi menjawab wartawan usai meresmikan Jalan Tol JORR II ruas Kunciran-Serpong di Gerbang Tol Parigi, Kota Tangerang Selatan, Banten, Jumat (6/12) sore. (Foto: Rahmat/Humas Setkab) 

“Jangan ada mengulang-ulang seperti itu lagi. Sudah,” tegas Presiden.

Mengenai kemungkinan adanya mafia di BUMN lainnya, Presiden Jokowi mengingatkan, bahwa pesan tegas yang dilakukan oleh Menteri BUMN itu juga berlaku untuk direksi BUMN yang lain.

“Menteri BUMN kemarin sudah tegas sekali. Sudah. Itu pesan untuk semuanya. Jangan main-main. Sudah,” tegas Presiden Jokowi.

Terancam pidana

Mantan Dirut Garuda I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara terancam dipidana.

Hal tersebut pasca terungkapnya kasus penyelundupan motor Harley Davidson dan Sepeda Brompton yang menyeret namanya.

Menteri BUMN Erick Thohir dalam konferensi pers bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani pada Kamis (3/12/2019) menjelaskan, kasus penyelundupan ini termasuk ranah pidana.

jadi kasus ini tidak hanya faktor perdata tapi faktor pidana, ini yang sangat memberatkan" tegas Erick Thohir, dikutip Tribunnews.com.

Siaran Pers kasus penyelundupan Harley Davinsion disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri BUMN Erick Tohir, Kamis (5/12/2019)
Siaran Pers kasus penyelundupan Harley Davinsion disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri BUMN Erick Tohir, Kamis (5/12/2019) (Tangkap Layar Youtube Kompas TV)

Merujuk UU No 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan pasal 102, dijelasakan bahwa barang siapa yang mengangkut barang impor yang tidak tercantum dalam manifest dapat terjerat pidana karena telah melakukan penyelundupan secara ilegal.

Adapun sanksi yang diberikan yakni pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan dipidana denda paling sedikit Rp50 juta dan paling banyak Rp5 miliar.

Halaman
1234
Editor: Agus Tri Harsanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved