Breaking News:

Saat Sidang Kock Meng, Terungkap Peran Abu Bakar, Nelayan Batam dalam Kasus Nurdin Basirun

Kock Meng pengusaha asal Batam menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jumat (6/12/2019).

TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA
Kock Meng (pakai topi) saat berada di Gedung Merah Putih, KPK, beberapa waktu lalu. Dia didampingi oleh kuasa hukumnya, James Sumihar Sibarani. 

Namun, Kock Meng tak memberinya dalam nominal rupiah. Dia memberikan dalam bentuk Dollar Singapura sejumlah SGD 28 ribu. Tapi, Johanes Kodrat tak memberi seluruhnya kepada Abu Bakar.

Dia hanya memberi sejumlah Rp 50 juta sesuai yang diminta oleh Budi Hartono. Sisanya, dia berikan kepada Abu Bakar melalui istrinya Rp 50 juta dan sisanya disimpan oleh Johanes Kodrat langsung.

Diketahui lagi dari surat dakwaan Kock Meng, dirinya juga memberikan uang dengan jumlah besar kepada Nurdin Basirun melalui perantara yang sama yaitu Abu Bakar, untuk memberikannya kepada Budi Hartono sebagai perantara langsung Nurdin Basirun.

Jumlah uang selanjutnya sejumlah SGD 6 ribu. Atas perbuatannya ini, Kock Meng didakwa dengan Pasal 5 ayat 1 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat 1 ke 1 juncto pasal 64 ayat 1.

Sidang Perdana Nurdin, Dayat Tak Sempat Bicara dengan Ayahnya

Dua hari sebelumnya, sidang perdana Gubernur Kepri non aktif, Nurdin Basirun digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, tepatnya Rabu (4/12/2019). 

Sidang ini dihadiri putra Nurdin, Muhammad Nur Hidayat. Sayangnya, Dayat tak bisa meluapkan kerinduannya dengan sang ayah, setelah sekian lama tak berjumpa.

Hal ini bukan tanpa alasan. Sebab, kata anak kedua Nurdin ini, dirinya tak sempat berbicara langsung dengan Nurdin Basirun.

Dayat kecewa.

"Tak sempat (berbicara). Bapak usai sidang langsung salat," katanya kepada Tribun Batam.

Dayat melanjutkan, setelah melaksanakan ibadah salat, Nurdin langsung dibawa menuju ruang isolasi.

 Terungkap Alasan Isdianto Tak Hadiri Sidang Perdana Gubernur Kepri Non Aktif Nurdin Basirun

Sementara itu, usai sidang perdana Nurdin Basirun, pihak keluarga dijadwalkan akan langsung bertolak menuju kampung halaman.

"Belum bisa ditemui. Karena masih sesuai prosedur KPK," ungkapnya.

Dayat pun mengatakan jika Nurdin Basirun dalam kondisi sehat.

"Bapak alhamdulillah sehat," sambungnya.

Dia pun menambahkan, untuk kali ini dirinya dan keluarga tidak sempat membawa makanan favorit Nurdin Basirun, yaitu nasi briyani dan gulai asam pedas.

Darinya diketahui pula, jika tiga orang saudara kandung Nurdin turut menghadiri sidang perdana ini.

Jaksa KPK Dakwa Nurdin Basirun Terima Uang Rp 158,8 Juta dari Abu Bakar

Jaksa penuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendakwa Gubernur Kepulauan Riau (nonaktif) Nurdin Basirun (62 tahun), menerima uang gratifikasi senilai Rp158,8 juta dari nelayan Abu Bakar.

Dakwaan jaksa ini dibacakan dalam sidang perdana Ketua (non-aktif) DPW Partai Nasdem Kepri di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada PN Khusus Kelas IA Jakarta Pusat Jl Bungur Raya No.24, Gunung Sahari Selatan, Kecamatan Kemayoran, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Rabu (4/12/2019) siang tadi.

Halaman
1234
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved