Wakil Wali Kota Batam Minta TPID Cek Persediaan Bahan Pokok Akhir Tahun

Wawako Batam, Amsakar Achmad meminta agar Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Batam mengecek persediaan bahan kebutuhan pokok jelang Nataru

Wakil Wali Kota Batam Minta TPID Cek Persediaan Bahan Pokok Akhir Tahun
TRIBUNBATAM/ALFANDI SIMAMORA
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad meminta agar Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Batam mengecek persediaan bahan kebutuhan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Hal itu disampaikannya dalam rapat TPID Kota Batam di Kantor Bank Indonesia Kantor Perwakilan Kepulauan Riau di Batam Centre, Rabu (4/12/2019).

“Perlu gambaran persediaan barang sampai akhir tahun. Distributor jaga distribusi barang dan pasokan,” pesannya, sebagaimana dilansir dari Media Center Batam, Sabtu (7/12/2019).

Amsakar juga mengingatkan terkait harga tiket baik udara maupun laut yang cenderung naik menjelang Natal. Pihak maskapai penerbangan diharapkan untuk tidak menaikkan harga tiket terlalu tinggi.

Kepada Satgas pangan, Amsakar juga meminta untuk melakukan inspeksi mendadak baik ke pasar maupun distributor. Ini bertujuan untuk mengecek harga di pasar dan persediaan komoditas di distributor.

Cuaca ekstrim saat ini menurutnya juga harus menjadi perhatian karena akan berpengaruh pada harga ikan di pasaran.

“Jangan sampai ada distributor yang menahan satu komoditi karena ini yang dapat menyebabkan tingginya harga di pasar,” kata dia.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Batam, Mardanis memastikan ketersediaan bahan pokok jelang Natal aman.

Deflasi Kepri November 2019 Disumbang Cabai Merah, Kacang Panjang dan Angkutan Udara

Namun, elemen distributor tidak bisa menjamin kepastian harga.

“Kalau soal stok, Batam tidak pernah berkurang. Untuk Natal cukup, distributor kita tahu tentang kebutuhan pangan di Batam. Yang penting jangan ada yang menaikkan harga tanpa alasan jelas,” ungkapnya.

DKPP, kata dia, saat ini tengah berupaya mendorong produksi pangan lokal. Adapun komoditas paling potensial kini adalah sayur.

Bahkan kini komoditas cabai hijau sudah mampu diswasembada.

“Kebutuhan harian cabai hijau sekitar 3-4 ton kini sudah bisa dipenuhi petani binaan Ketahanan Pangan. Kami terus lakukan upaya peningkatan produksi,” kata dia. (*)

Kenaikan Harga Telur dan Cabai Perlu Diwaspadai

Sementara itu, jelang persiapan perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) melakukan rapat koordinasi (rakor) di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Rapat dipimpin oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setdako Batam, Pebrialin.
"Dalam rapat ini kita akan melakukan antisipasi kemungkinan yang akan terjadi. Kita mendapatkan info BPS (Badan Pusat Statistik) Batam bahwa 4 bulan terakhir Batam mengalami deflasi," ujar Pebrialin.
Artinya, inflasi di Batam dibawah 0 ataupun minus. Harusnya ada keseimbangan.
"Kita tak boleh berbangga dan harus berharap ada keseimbangan. Secara nasional kisaran inflasi 3,5 persen plus minus 1. Januari hingga November di Batam kisaran 68.
Kita masih dibawah kisaran nasional. Kedepan perlu langkah-langkah strategis," katanya.
Berdasar informasi dari distributor telur, harga telur saat ini mencapai Rp 44 ribu, padahal biasanya hanya Rp 28 ribu. Bisa saja beberapa daerah harganya lebih tinggi. 
"Telur Medan dengan telur Batam lebih murah telur Medan. Kualitas lebih bagus telur Barelang karena lebih fresh. Kalau telur Medan berarti sudah beberapa hari," ujarnya.
Pebrialin melanjutkan harga cabaipun berpengaruh saat ini. Walaupun harganya saat ini selalu berubah-ubah.
"Kita bersyukur di Batam, cabai hijau menguasai pasar Batam yang bersumber dari Barelang. Berarti mencapai 40 hingga 60 persen," katanya.
Di tempat yang sama, Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Batam, Iik mengatakan, untuk menangani inflasi di Batam, ia mengakui ada 15 hektare lahan di Barelang yang akan ditanami bawang. 
Dana tersebut berasal dari APBN. 
"Akan diserahkan kepada kelompok. Nah kelompok ini akan mengembangkan umbinya," katanya.
Sejauh ini kebutuhan bawang merah setiap bulan di Batam mencapai 319, 655 ton. Sementara ketersediaan di Batam mencapai 467 ton.
Sementara itu, perihal pengamanan jelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2020 (Nataru) Bandara dibahas oleh Direktur Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim Batam, Suwarso. 
Ia mengatakan terkait pengamanan di wilayah Bandara pihaknya akan menyiapkan posko jelang Perayaan Nataru nanti. 
"Kami menyiapkan satu posko gabungan di luar terminal dan satu posko untuk laporan internal kita didalam," ujarnya.
Terkait dengan tenaga Aviation Security (Avsec) atau petugas keamanan yang bertugas menjaga dan menjamin keselamatan pengguna jasa penerbangan, Suwarso mengatakan sudah dipersiapkan dan tidak ada masalah. 
"Untuk Polsek juga kita akan berkoordinasi, namun pada prinsipnya kami siap untuk menyongsong datangnya kegiatan Natal dan Tahun Baru," tuturnya.
Suwarso memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada 23 Desember 2019 mendatang dan puncak arus balik akan terjadi pada 3 Januari 2020.
Terkait adanya penambahan penerbangan oleh para maskapai, Suwarso mengatakan belum ada maskapai yang mengajukan ekstra flight. 
"Tapi kita masih menunggu arahan pusat, apakah sudah ada maskapai yang mengajukan ekstra flight atau belum,” ucapnya.
Untuk tiket, kata dia, setiap maskapai mengikuti aturan yang berlaku. Sesuai dengan batas atas ataupun batas bawah yang sudah ditentukan.
Sementara itu, Perwakilan Masakapai Citilink, mengatakan untuk harga pihaknya tetap mengikuti tarif batas atas. Karena kebetulan di saat natal ada fix season buat penerbangan. 
"Untuk saat ini kita masih mengikuti perkembangan yang sesuai diterapkan dibandara Batam," katanya. 
(*/tribunbatam.id / Roma Uly Sianturi)
Editor: Dewi Haryati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved