MISTERI KEMATIAN APENG

Polisi Gelar Rekonstruksi Kematian Apeng, Jasad Terbakar di Karaoke Hawaii Batam

Apeng tewas terbakar di Hawaii Karaoke di Komplek Marina Bussines Blok B Nomor 10, Lubukbaja, Batam, Kepri, Senin (9/12) sekitar pukul 10.30 WIB.

Polisi Gelar Rekonstruksi Kematian Apeng, Jasad Terbakar di Karaoke Hawaii Batam
TRIBUN/LEO
Apeng tewas terbakar di Hawaii Karaoke di Komplek Marina Bussines Blok B Nomor 10, Lubukbaja, Batam, Kepri, Senin (9/12) sekitar pukul 10.30 WIB. 

TRIBUNBATAM.id - Polresta Barelang menggelar rekontruksi kematian Tan Sui Peng alias Apeng (57).

Apeng tewas terbakar di Hawaii Karaoke di Komplek Marina Bussines Blok B Nomor 10, Lubukbaja, Batam, Kepri, Senin (9/12) sekitar pukul 10.30 WIB.

Kedatangan polisi yang terdiri dari penyidik Polsek Lubukbaja dan Polresta Barelang, menggelar rekonstruksi terbakarnya

Pantauan Tribunbatam.id di lokasi, setidaknya ada 35 item rekonstruksi untuk menyelidiki penyebab terbakarnya almarhum Apeng pada Senin (2/12/2019) sekitar pukul 11.00 WIB tersebut.

Pada adegan ke- 25, Apeng masuk ke dalam Hawaii Karaoke.

Tampak, anak perempuan Iwan pemilik Hawaii Karaoke berada di kaki lima ruko berlantai dua itu. Beberapa warga yang menyaksikan rekonstruksi itu melihat.

Mereka sembari bertanya-tanya kedatangan polisi. Ada yang merespon aneh dan ada yang merespon biasa saja.

"Kemaren kalau tak salah, pihak polres dan Polsek sudah gelar konferensi pers. Dan hasilnya bakar diri. Lalu kenapa rekonstruksi lagi. Kenapa duluan konferensi pers baru rekonstruksi? Kontruksi pidana memang begitu ya pak," ujar seorang warga di sana.

Warga berharap mengungkap kebenaran penyebab terbakarnya Apeng.

Mereka menilai, dengan adanya Closed Circuit Television (CCTv) bisa mengungkap tabir penyebab terbakarnya Apeng.

Selain itu, keluarga Apeng masih ragu keterangan polisi.

Apalagi dikait-kaitkan Apeng bunuh diri dengan cara bakar diri di Hawaii Karaoke dengan cara bakar diri.

English Boru Silaban istri Apeng mengatakan, suaminya tidak memiliki hutang. Dan tidak juga memiliki masalah keluarga. Selain itu,bahan bakar yang digunakan juga masih diragukan.

"Sekarang orang pakai kompos gas semua. Dari mana minyak tanahnya? Kalau bensin apakah suami saya bawa bensin dari luar? Mohon keadilan pak. Lagi pula, kebakaran suami saya itu hancurnya dari bagian punggung dan kepala bagian belakang. Kami tak percaya begitu saja bunuh diri," ujar English kepada Tribunbatam.id Sabtu (7/12) kemaren.(leo)

Penulis: Leo Halawa
Editor: Agus Tri Harsanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved