Program Bongkar Eceng Gondok ATB Atasi Pencemaran, Sejahterakan Masyarakat

Upaya PT. Adhya Tirta Batam (ATB) untuk menjaga kualitas air di waduk melalui pembersihan Eceng Gondok telah lama diinisiasi.

Program Bongkar Eceng Gondok ATB  Atasi Pencemaran, Sejahterakan Masyarakat
ist
Tim Program Bongkar Eceng Gondok (Bonceng) Kuy ATB tengah membersihkan Eceng Gondok di Dam Duriangkang. 

TRIBUNBATAM.id - Upaya PT. Adhya Tirta Batam (ATB) untuk menjaga kualitas air di waduk melalui pembersihan Eceng Gondok telah lama diinisiasi. 

Tidak hanya itu, melalui program Bongkar Eceng Gondok (Bonceng) Kuy, ATB turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Salah satu yang mendapat manfaat secara langsung adalah Isna. Seorang pengrajin Eceng Gondok di Batam.

Program Bonceng Kuy ATB membuat dia bisa mendapatkan bahan baku berkualitas untuk produk-produk kerajinannya.

Selama ini, Isna mengaku kesulitan mengakses bahan baku Eceng Gondok yang ada di waduk. Padahal, untuk pengrajin sepertinya, Eceng Gondok yang ada di Waduk adalah bahan baku premium. Karena secara kualitas dan kuantitas, sangat memenuhi syarat.

Isna bersama ibu-ibu di lingkungannya tengah membuat kerajinan dari bahan baku eceng gondok yang didapat melalui program Bongkar Eceng Gonok (Bonceng) Kuy ATB.
Isna bersama ibu-ibu di lingkungannya tengah membuat kerajinan dari bahan baku eceng gondok yang didapat melalui program Bongkar Eceng Gonok (Bonceng) Kuy ATB. (ist)

Untuk memenuhi kebutuhannya, Isna dan rekan-rekannya harus keliling Batam. Berburu Eceng Gondok yang tumbuh di selokan-selokan atau waduk kecil. Tidak banyak yang bisa memenuhi standar bahan baku yang diinginkan.

“Kalaupun ada yang benar-benar layak untuk digunakan, jumlahnya tak banyak,” jelas Isna.

Bahan baku yang terbatas, membuatnya kesulitan memenuhi permintaan pelanggan. Akhirnya usaha Isna sulit berkembang. Karena kapasitas produksinya tak kunjung naik.

Cara lain yang dilakukannya untuk memenuhi kebutuhan bahan baku adalah dengan mendatangkan dari pulau Jawa.

Untuk itu, Isna harus merogoh kocek lebih dalam. Karena selain harus membayar harga bahan baku, dia juga menanggung ongkos kirim yang tak murah.

Halaman
123
Editor: Agus Tri Harsanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved