BATAM TERKINI

Sudah Dapat Alokasi Lahan di Batam Tapi Tak Kunjung Dimanfaatkan, Ini Konsekuensinya

Ada konsekuensi yang harus ditanggung oleh investor jika tak kunjung merealisasikan rencana bisnisnya, sampai pada lahan dibatalkan kembali

Sudah Dapat Alokasi Lahan di Batam Tapi Tak Kunjung Dimanfaatkan, Ini Konsekuensinya
istimewa
Deputi Bidang Pengelolaan Kawasan dan Investasi Bp Batam Sudirman Saad 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Sebanyak 7000an hektar lahan mangkrak di Kota Batam kian menjadi sorotan. Deputi 3 yang membidangi bidang Pengelolaan Kawasan dan Investasi Badan Pengusahaan (BP) Batam, Sudirman Saad mengakui hal tersebut dapat mengganggu tahapan realisasi investasi.

Sejauh ini pihaknya tak menginginkan sudah alokasi lahan namun tidak digunakan.

Sebagai gambaran kalau di dalam peta, di Pulau Batam ini ada sekitar 7000an hektar lahan sudah teralokasi tetapi belum terbangun.

"Ini akan kita detailkan angkanya. Dan langkah strategis apa yang kita ambil adalah mengundang teman-teman itu mencoba meyakinkan investor itu, bisa jadi tak bisa membangun karena di lahannya ada ruli (rumah liar), sehingga mereka tak bisa kembalikan.

Bisa jadi karena bisnisnya trendnya lagi tak bagus," ujar Sudirman di Kantor BP Batam Lantai 2, Selasa (10/12/2019).

Bahkan, kata dia, sejauh ini dirinya masih berprasangka baik, bagi investor yang belum merealisasikan investasinya di lahan yang sudah teralokasi, berarti karena faktor objektif.

Sehingga dalam renstra (rencana strategis BP Batam) 2020-2025 akan dimasukkan akselerasi investasi terhadap lahan-lahan yang sudah teralokasi.

"Kita tetap berprasangka baik kepada teman-teman ini. Bahwa mereka tidak mengandung maksud untuk menelantarkan lahan. Tetapi semata-mata karena faktor-faktor objektif. Sehingga investasi tidak teralisasi," kata Sudirman.

Tetapi, kata dia, di dalam Perjanjian Pengalokasi Lahan (PPL) dan Pemanfaatan Lahan, pihaknya akan lihat berapa tahun akan terealisasi. Kalau tidak terealisasi apa konsekuensi yang harus ditanggung oleh si investor.

"Kalau delay setahun apa konsekuensinya, kalau delay 2 tahun dan seterusnya ada konsekuensinya. Sampai pada konsekuensi lahan dibatalkan kembali. Supaya bener-bener yang akan mengajukan investasi ini sudah siap untuk dieksekusi," katanya. 

Halaman
1234
Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Dewi Haryati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved