BATAM TERKINI

Sudah Dapat Alokasi Lahan di Batam Tapi Tak Kunjung Dimanfaatkan, Ini Konsekuensinya

Ada konsekuensi yang harus ditanggung oleh investor jika tak kunjung merealisasikan rencana bisnisnya, sampai pada lahan dibatalkan kembali

Sudah Dapat Alokasi Lahan di Batam Tapi Tak Kunjung Dimanfaatkan, Ini Konsekuensinya
istimewa
Deputi Bidang Pengelolaan Kawasan dan Investasi Bp Batam Sudirman Saad 

Ketiga kelayakan bisnis.

"Pokja inilah bekerja secara kolektif, kolegial, transparan, partisipatif. Hanya didalam 1 meja bundar membahas itu," katanya.

Jika membutuhkan bantuan untuk menilai kelayakan yuridis dan teknis, maka bisa membuka ruang dengan mengundang expert sebagai narasumber. Sebagai rekonfirmasi benar atau tidak bisnis seperti ini, dan setersunya.

"Setiap proposal yang masuk kalau bisa 5 hari kerja sudah ada telaah awal. Nah telaah awal ini bukan final tapi draft nolnya. Lalu melalui direktur dia menyampaikan ke deputi. Kemudian deputi membawa telaah itu ke rapat pimpinan. Kita akan atur SOPnya supaya waktunya juga jangan berlama-lama," tegasnya.

 Konsesi ATB Segera Berakhir, BP Batam Belum Putuskan Siapa Penggantinya, Jalankan Kewajiban Dulu

Di pimpinan, berdasarkan arahan Kepala BP Batam, Muhammad Rudi dan Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto dan deputi lainnya, sudah bisa memutuskan.

Minimal harus ada 3 orang sudah bisa memutuskan.

"Kalau soal lahan, pak kepala, wakil dan saya. Tak perlu menunggu semua keempat deputi. Kelamaan," tuturnya.

Setelah disetujui, dokumen tersebut dijadikan final draft dalam bentuk berita acara. Terkait siapa yang menandatangani, pihaknya masih akan membahas.

Pastinya bukan Kepala BP Batam yang menandatangani, karena Rudi sudah mengatakan operasional paling tinggi di anggota atau deputi. Bisa juga yang menandatangani direktur.

 Kisah Haru Suami Meninggal Satu Hari Setelah Istrinya Tutup Usia, Ceritanya Viral

"Berita acara 3 layak itulah yang akan didigitalisasi menjadi 1 soft file. Lalu ditambah dengan NIB yang hampir semua investor sudah ada. Karena bisa diambil di OSS hitungan menit selesai. 

Kemudian soft file dan NIB di upload masuk ke PTSP di online sistem. Tak sampai satu hari sudah keluar 2 dokumen, 1 dokumen PL (dokumen yang mengatakan lahan tersedia) dan 1 dokumen tentang berapa UWO yang harus dibayar (dalam bentuk faktur)," paparnya.

Halaman
1234
Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Dewi Haryati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved