Melawan Saat Diperkosa, Wanita Muda Tewas Digorok Pakai Pisau, Ditemukan Bersimbah Darah di Kebun

Polisi akhirnya berhasil mengungkap alasan pelaku Tolonasokhi Halawa alias Gami (27) tega menghabisi nyawa korban Terimakasih Laia (17) di dekat pohon

Melawan Saat Diperkosa, Wanita Muda Tewas Digorok Pakai Pisau, Ditemukan Bersimbah Darah di Kebun
facebook
Motif Pembunuhan Terimakasih Laia yang Jasadnya Ditemukan di Semak-semak 

Korban kemudian berbalik arah dan melakukan perlawanan dengan cara mencakar bahu sebelah kiri tersangka sambil berteriak-teriak "hey Ama Fendi, hey Ama Fendi" untuk memanggil seorang laki-laki yang gubuknya berdekatan dengan tempat kejadian tersebut.

Melihat korban yang mulai panik dengan gerak-gerik yang dilakukan. Pelaku Tolonasokhi kemudian berusaha merayu untuk menenangkan korban.

"Jangan takut sama aku, nanti bilang sama orangtuamu, aku mau nikahi kamu," ucap pelaku untuk tenangkan korban.

Foto Terima Kasih Laia semasa hidup
Foto Terima Kasih Laia semasa hidup (Facebook / Rota)

Bukannya tenang, korban malah terus berteriak dan melakukan perlawanan sehingga tersangka takut akan perbuatannya diketahui oleh orang lain.

Untuk mengancam korban, tersangka kemudian mengeluarkan pisau yang disimpan di kantong celana bagian depan sebelah kanan dan langsung menikam kepala korban.

"Menggunakan tangan kanan saya secara berulang-ulang menikam korban hingga dia berlari ke arah semak-semak pohon bambu yang berjarak 5 meter. Saat yang bersamaan tersangka langsung menikam punggung korban secara berulang-ulang hingga korban terjatuh dengan posisi terlungkup dan tidak bergerak lagi," ungkap tersangka.

Untuk memastikan korban sudah tidak bernyawa, tersangka memiringkan tubuh korban kearah sebelah kanan lalu menutup mulut korban dengan menggunakan tangan kiri dan menggorok leher korban menggunakan tangan kanan hingga korban kehabisan darah dan akhirnya meninggal.

"Setelah selesai membunuh, tersangka meninggalkan mayat korban dan menyimpan pisau miliknya. Dia juga mengambil telepon seluler Oppo A71 warna merah milik korban yang jatuh di dekat tubuh korban dan membawanya," tuturnya.

Korban akhirnya ditemukan pada Jumat 29 November 2019 sekitar pukul 20.30 WIB, oleh saudarinya bernama Ratimani Bu Ulolo dalam keadaan sudah tidak bernyawa di Dusun IV Khou-khou, Desa Hiliwaebu, Kecamatan Susua, Kabupaten Nias Selatan.

Foto Terima Kasih Laia semasa hidup
Foto Terima Kasih Laia semasa hidup (Facebook / Rota)

Barang bukti yang berhasil diamankan, satu tas ransel milik korban, jam tangan wanita, beberapa helai rambut korban, kacamata rebben warna hitam, sarung pisau terbuat dari kayu, kaos perempuan lengan panjang dalam kondisi koyak dan terdapat bekas darah korban.

Halaman
1234
Editor: Eko Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved