DISPERINDAG GEREBEK PENIMBUN SOLAR

BEGINI Suasana Gudang Tempat Penimbunan Solar di Sagulung Batam Usai Digerebek Disperindag

Setelah digerebek Disperindag Kota Batam, Kamis (12/12/2019) gudang penimbunan solar di Kaveling Melati, Sagulung Batam terlihat sepi.

TRIBUNBATAM.ID/BERES LUMBANTOBING
Setelah digerebek Disperindag Kota Batam, Kamis (12/12/2019) gudang penimbunan solar di Kaveling Melati, Sagulung Batam terlihat sepi, Kamis (12/12/2019) 

Ia melanjutkan, seharusnya tak boleh memperjualbelikan solar di lingkungan perumahan. Apalagi di dalam bengkel.

"Menurut cerita di lapangan, minyak ini didistribusikan ke industri, hanya saja dicampur lagi dengan minyak kapal. Perharinya bisa mencapai 2 ton hingga 3 ton," katanya. 

Amsakar Minta Dishub Lebih Ketat Uji KIR

Pemerintah Kota (Pemko) Batam sangat kecewa terjadinya penimbunan solar di wilayah Sagulung dan Sekupang sebanyak 3 ton. 

Akibatnya, banyak masyarakat yang menjadi korban atas kejadian ini.

"Atas nama Pemko Batam saya sangat kecewa karena tindakan yang dilakukan oknum ini tentu sangat merugikan masyarakat.

Kami sendiri sering mendapat keluhan masyarakat sering kehilangan solar, begitu juga nelayan," ujar Amsakar, saat melakukan peninjauan barang bukti di UPTD Metrologi Batam Center, Rabu (11/12/2019).

Modus penimbunan solar ini, yakni dengan cara mendesign mobil tertentu. Mereka membeli di POM bensin tertentu. Kemudian dimasukkan ke suatu tempat, pertama di kawasan Sagulung dan kedua, di Muka Kuning.

"Ternyata karena ada praktik-praktik penimbunan. Saya minta kepada Disperindag agar melalui PPNS kita langsung menginvestigasi, melakukan pendalaman informasi ini. Diambil kemana, sudah berapa lama dan berapa banyak, kemudian dijual kemana," katanya.

 BERKAMUFLASE Jadi Bengkel, Begini Cara Pemilik Gudang Simpan Berton-ton Solar di Sagulung Batam



Soal modifikasi mobil, Amsakar meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam harus lebih ketat melakukan uji KIR dan uji tera terhadap mobil angkutan umum.

Karena kebanyakan mobil angkutan umum yang dimodifikasi.

"Ada modusnya menggunakan mobil tertentu dimodifikasi. Ternyata ada tangki di dalamnya," katanya.

Gerebek Gudang di Sagulung

Sebelumnya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam menggerebek lokasi penimbunan solar di Kaveling Melati, Kelurahan Sei Pelenggut, Kecamatan Sagulung, Rabu (11/12/2019).

Di lokasi tersebut, tim dari Disperindag Batam menemukan minyak solar yang ditimbun di dalam drum dan juga bak penampungan.

Tim dari Disperindag Batam mendatangi gudang tersebut karena sering mendengar keluhan panjangnya antrean di SPBU yang ada di Batuaji dan Sagulung, khusus pengisian minyak Solar.

4 Drum Solar Disegel

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam mengamankan 4 tempat penampungan minyak ditambah enam drum kaleng dan satu drum plastik dari gudang yang diduga lokasi penimbunan solar di Sagulung, Batam, Rabu (11/12/2019).

Empat drum besar berkapasitas satu ton, disegel oleh Disperindag, sementara untuk empat drum kaleng diangkut ke dalam mobil.

Empat drum kapasitas satu ton, masih berada di lokasi, rencananya akan diangkut ke kantor Disperindag kota Batam.

Saat penggerebekan, pemilik gudang tidak ada di lokasi.

"Tadi ada pemiliknya, tidak tahu ke mana perginya, mungkin sudah dibawa," kata Hermanto, ketua Rt 02/Rw 05, Kaveling Melati Kelurahan Sei Pelenggut, Sagulung.

Warga Kaget Ada Penggerebekan

Penggerebekan tempat penimbunan solar di Kaveling Melati, Kelurahan Sei Pelenggut, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, Provinsi Kepri, Rabu (11/12/2019) sekitar pukul 10.00 WIB menghebohkan warga.

"Kita pikir entah apa yang terjadi, soalnya yang datang itu pakai baju putih semua. Mereka langsung masuk ke bengkel dan mengobrak abrik bengkel,"kata Hermanto, Ketua RT 02/ RW 05.

Gudang penimbunan solar yang berada sepelemparan batu dari rumahnya itu.

Diketahui warga adalah bengkel mobil.

"Memang selama ini lokasi itu bengkel, biasanya mobil Dapur 12, banyak yang bengkel di sana," kata Hermanto.

 Disperindag Batam Segel 4 Drum Solar Kapasitas 1 Ton Saat Gerebek Gudang di Sagulung

Bahkan, kata Hermanto, dirinya sendiri tidak mengetahui ada minyak di dalam lokasi yang tidak jauh dari rumahnya.

"Yang kita tahu selama ini, lokasi itu bengkel mobil," kata Hermanto.

Dia mengatakan, untuk bau solar dari lokasi memang sering tercium.

"Tapi warga memang tidak tahu," kata Hermanto.

 Gudang Ilegel 3 Ton Solar Subsidi di Batam Digerebek Sebulan Pasca-Antrean Solar di SBPU

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam menggerebek lokasi penimbunan solar di Kaveling Melati, Kelurahan Sei Pelenggut, Kecamatan Sagulung, Rabu (11/12/2019).
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam menggerebek lokasi penimbunan solar di Kaveling Melati, Kelurahan Sei Pelenggut, Kecamatan Sagulung, Rabu (11/12/2019). (TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA)

Dia juga mengatakan, bengkel tersebut sudah ada sekitar dua tahun terakhir.

Warga pun tidak pernah mempermasalahkan keberadaan bengkel tersebut.

"Ya namanya juga usaha warga, kita tidak masalah, lagian tidak di tengah masyarakat," kata Hermanto.

Hermanto mengatakan, selama ini yang menggunakan jasa bengkel tersebut adalah Mobil angkutan Dapur 12."Kadang satu hari itu bisa 10 sampai 20 mobil Dapur 12 yang datang ke bengkel itu," kata Hermanto.

Antrean Kerap Mengular 

Sebelumnya diberitakan, antrian panjang pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar selalu terjadi Stasiun Pengisian Bahan Umum (SPBU) 13 294 709 atau SPBU Codo, yang ada di perumahan Air Mas, Kelurahan Sei Langkai Kecamatan Sagulung Kota Batam.

Anehnya, kendaraan yang antri untuk mengisi BBM jenis solar tersebut didominasi kendaraan jenis sedan yang sudah dimodifikasi.

Setiap hari antrian pengisian solar di SPBU tersebut selalu panjang bahkan bisa sampai 500 meter sampai 1000 meter.

Antrian panjang tersebut membuat aus kendaraan dari Muka Kunjng menuju Batuaji, terganggu, karena kendaraan bisa ngantri sampai dua baris di jalan R. Suprapto.

Antrian pengisian bahan bakar jenis solar yang didominasi mobil sedan Corolla tersebut dipertanyakan oleh masyarakat Sagulung.

"Kita heran juga, kalau angkutan atau lori yang antri, kita mungkin masih maklum," kata Kahar, warga Sagulung, Selasa (3/12/2019).

 Antrean Solar Panjang Mengular, Diseperindag Kota Batam Bantah Kalau Solar di Batam Langka

Kahar mengatakan, mobil sedan yang mengambil minyak di SPBU Codo tersebut semuanya punya kartu Brizzi untuk solar.

"Ini yang membuat kita semakin bingung," katanya.

Parahnya lagi, mobil sedan yang mengantre solar di SPBU tersebut datang berkali kali.

"Jadi kalau kita lihat selama solar masih ada, mereka (mobil sedan-red) bisa datang dua sampai tiga kali," kata Kahar.

Di tempat terpisah, Fauzi warga lainnya juga mengatakan permainan minyak solar masih terjadi di Batuaji dan Sagulung.

"Sebenarnya kartu Brizzi yang dikeluarkan pemerintah Kota Batam itu, belum ampuh, untuk menghentikan permainan minyak,"kata Fauzi.

Dia juga mengatakan untuk mendapatkan kartu Brizzi juga sangat mudah, hanya butuh STNK kendaraan yang menggunakan bahan bakar solar.

"Ya kalau ada STNK biasa buat kartu. Tapi belum tahu apakah STNK itu ada mobilnya atau tidak," kata Fauzi.

Dia juga mengharapkan seharusnya pemerintah jangan hanya mengeluarkan kartu Brizzi saja.

Tetapi harus melakukan pengawasan di lapangan.

"Ini lihat saja hampir Semua SPBU mobil sedan yang paling banyak ikut antri untuk pengisian solar," kata Fauzi. (tribunbatam.id/beres lumbantobing/ian sitanggang/roma uly sianturi)

Penulis: Beres Lumbantobing
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved