BATAM TERKINI

CUMA Ambil Untung Rp 2.000, Lilik Ngaku Jadi Pengecer karena Kasihan Warga Susah Cari Gas

Berdasarkan aturan berlaku, penjualan gas pada masyarakat hanya boleh dilakukan di level pangkalan. Lantas mengapa ada yang nekat jadi pengecer?

CUMA Ambil Untung Rp 2.000, Lilik Ngaku Jadi Pengecer karena Kasihan Warga Susah Cari Gas
TRIBUNBATAM.ID/WIDI
ilustrasi gas langka 

CUMA Ambil Untung Rp 2.000, Lilik Ngaku Jadi Pengecer karena Kasihan Warga Susah Cari Gas

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kamis (12/12/2019) kemarin, Disperindag kota Batam mengamankan 540 tabung gas dari para pengecer di Batam Centre.

Penahanan tabung gas tersebut karena para pengecer dianggap menyalahi aturan penjualan gas.

Berdasarkan aturan berlaku, penjualan gas pada masyarakat hanya boleh dilakukan di level pangkalan.

Lantas mengapa ada masyarakat yang nekat menjadi pengecer?

Lilik, seorang warga Batam Centre mengaku menjual gas eceran karena di tempat tinggalnya belum ada penjual gas.

"Ya saya niat awalnya pengen membantu warga sini, kan kalau beli gas jauh. Kalau di perumahan kan pasti ada itu penjual gas. Kalau di sini enggak" jelas ibu dua anak ini.

Lilik mengaku selalu membeli gas dari pangkalan gas di SPBU di Batam Centre.

Pangkalan tersebut memang biasa menjadi tempat para pengecer, maupun pembeli mengambil gas.

Sehingga transaksi yang dilakukan memang murni transaksi pembelian gas eceran, tanpa adanya kong kali kong dengan pihak pengecer.

Halaman
1234
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved