BATAM TERKINI
Ujian Nasional Bukan Dihapus Tapi Diganti Asesmen Kompetensi, Ini Kata Waka Humas SMA 3 Batam
Nadiem Makarim mengklarifikasi UN tidak dihapus, melainkan diganti asesmen kompetensi minimum dan survei karakter. Ini kata Waka Humas SMA 3 Batam.
Ujian Nasional Bukan Dihapus Tapi Diganti Asesmen Kompetensi, Ini Kata Waka Humas SMA 3 Batam
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Baru-baru ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim mengklarifikasi bahwa UN tidak dihapus, melainkan diganti dengan asesmen kompetensi minimum dan survei karakter.
Sistem tersebut akan mulai dilaksanakan tahun 2021 mendatang.
Sedangkan untuk tahun 2020, masih menggunakan metode lama seperti tahun-tahun sebelumnya.
Rencana ini agaknya masih belum terlalu dipikirkan oleh beberapa sekolah di kota Batam, salah satunya adalah SMAN 3 Batam.
Hal ini lantaran sistem tersebut baru akan diterapkan untuk ujian tahun depan atau tahun 2021.
Sehingga untuk tahun ini, pihak sekolah masih fokus memberikan tambahan bekal guna menghadapi ujian nasional.
Meski begitu, Waka Humas SMA 3 Batam, Edison Doloksaribu SPd MM, mengatakan, bahwa UN sebagai alat ukur tetap diperlukan untuk menguji kompetensi siswa.
• Ujian Nasional Bakal Dihapus, Begini Reaksi Murid SMPN 2 Siantan Anambas
“Sebaiknya UN tetap dipakai sebagai alat ukur penentuan kelulusan. Selama ini kan hanya untuk statistik sekolah aja,” terang Edison.
Dia juga menyarankan, jika memang asesmen kompetensi akan diberlakukan sebagai pengganti UN, maka harus benar-benar sebagai patokan penentu kelulusan.
Sebab, bila tidak, maka siswa akan cenderung menyepelekan akhir dari proses pembelajaran di sekolah.
“Yang namanya pendidikan, yang namanya belajar itu harus ada alat ukurnya, harus diukur sampai sejauh mana,” tegas Edison.
Lebih jauh lagi, dia berharap UN tidak hanya digunakan sebagai syarat untuk lulus, namun juga bisa menjadi salah satu tolok ukur untuk masuk ke perguruan tinggi.
Hal ini, menurut Edison, dirasa lebih efektif karena dengan satu ujian, siswa bisa mempunyai bekal nilai untuk ke perguruan tinggi.
Namun begitu, dia menegaskan bahwa apapun yang menjadi kebijakan pemerintah akan tetap diterima dan dilaksanakan dengan baik.
Pihak SMA N 3 Batam sendiri lebih memfokuskan siswa-siswinya untuk mempersiapkan diri guna memasuki bangku kuliah.
“UN itu bukan momok yang menakutkan sebetulnya untuk anak-anak kita. Karena, lebih jauh lagi, kita justru lebih fokus untuk gimana caranya bisa masuk PTN,” papar pria 47 tahun ini.
Sementara itu, rencana yang mulai akan diterapkan tahun 2021 ini cukup membuat kesal siswa kelas 12 yang mendapatkan ‘jatah’ UN terakhir.
Hal ini diungkapkan oleh Amy (16), siswi SMAN Batam, kelas 12.
Dia mengatakan bahwa hal-hal menyangkut perubahan sistem UN sudah sering terjadi.
“Kesel sih. Karena bukan ini doang yang pertama. Sebelum-sebelumnya juga banyak. Angkatan kita jadi kayak tahun percobaan gitu” terang Amy jujur.
Senada dengan Edison, Amy juga beranggapan bahwa yang lebih penting dari UN atau Ujian akhir apapun itu adalah persiapan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. (Tribunbatam.id/widi wahyuning tyas)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/13122019ujian-nasional.jpg)