BATAM TERKINI

BP Batam Ambil Alih Pematangan Lahan di Batam

BP Batam bakal mengambil alih pematangan lahan di Batam yang selama ini masih dilakukan oleh investor penerima alokasi lahan.

BP Batam Ambil Alih Pematangan Lahan di Batam
tribunnews batam/wafa
Ilustrasi pemotongan bukit. 

BP Batam Ambil Alih Pematangan Lahan di Batam, Investor tak Perlu Lagi Cut and Fill

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Badan Pengusahaan (BP) Batam bakal mengambil alih pematangan lahan di Batam yang selama ini masih dilakukan oleh investor yang mendapatkan alokasi lahan. 

Itu artinya, lahan yang akan dialokasikan ke pengusaha merupakan lahan yang sudah dimatangkan.

Deputi Bidang Pengelolaan Kawasan dan Investasi Badan Pengusahaan (BP) Batam, Sudirman Saad mengakui pihaknya sedang menyiapkan regulasi tersebut.

Sehingga, ke depan dalam perijinan tidak perlu lagi dikeluarkan ijin cut and fill.

UWT Terlalu Murah, BP Batam Siapkan Pungutan Tambahan Bagi Penerima Lahan di Batam

"Kita alokasikan ke pengusaha nanti, yang sudah selesai. Jadi tidak bukit. Sehingga tidak perlu lagi ada cut and fill," ujar Sudirman belum lama ini.

Apabila ada pemotongan bukit, lanjut dia, akan dilakukan BP Batam, sebagai pemilik lahan.

Namun jika tekstur tanah berbukit cocok, maka tidak dilakukan pemotongan.

Pilihannya, bangunan yang diminta dibangun mengikuti tekstur tanahnya.

"Kalau bukit, kita beri bangunan yang berkarakter bukit," tuturnya.

Diakuinya rencana ini dilakukan menyikapi kondisi area Batam, yang banyak kehilangan bukit.

Ia menilai lahan yang akan dialokasikan ke pengusaha nanti, merupakan lahan yang sudah dimatangkan. Itu menjadi bagian dari kebijakan strategi yang akan diekspos nanti.

Sudirman menilai BP sebagai pemilik lahan, berhak atas tanah di perbukitan.

Seharusnya BP yang mengeluarkan material dari perbukitan untuk menimbun lahan rendah.

"Karena materi timbunan itu, kan milik negara. Sehingga pemotongan bukit dilakukan BP. Jika ada pengusaha mendapat lahan dengan tekstur bukit, maka bangunan disesuaikan," kata Sudirman. (tribunbatam.id/roma uly sianturi)

Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved