HEADLINE TRIBUN BATAM

Edhy Patahkan Kebijakan Susi, Wacana Buka Ekspor Benih Lobster

Setelah sebelumnya akan berhenti menenggelamkan kapal asing pencuri ikan, kini Edhy membuat kebijakan kontroversial membuka keran ekspor benih lobster

Edhy Patahkan Kebijakan Susi, Wacana Buka Ekspor Benih Lobster
wahyu indri yatno
halaman 01 TB 

Edhy Patahkan Kebijakan Susi,  Wacana Buka Ekspor Benih Lobster

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Beda menteri, beda kebijakan, meskipun presidennya tetap Joko Widodo. Gebrakan sejumlah menteri pada pemerintahan Jokowi yang kedua ini banyak yang berbanding terbalik dengan menteri sebelumnya.

Setelah Menteri BUMN Erick Thohir yang membongkar manajemen sejumlah BUMN dari menteri terdahulu, Rini Soemarmo, kemudian Mendikbud Nadiem Makarim yang hendak menghapuskan Ujian Nasional, kini Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo juga ingin mementahkan beberapa program menteri sebelumnya, Susi Pudjiastuti.

Setelah sebelumnya menyatakan akan berhenti mennggelamkan kapal asing pencuri ikan, seperti di masa Susi, kini Edhy membuat kebijakan kontroversial, membuka keran ekspor benih lobster yang sebelumnya dilarang Susi.

Kontan, rencana Edhy ini langsung menimbulkan reaksi, termasuk dari Susi sendiri.

Pasalnya, kebijakan ini dinilai berbahaya untuk menjaga ekosistem lobster di perairan di Indonesia.

Sindiran Susi Benih Lobster Lebih Mahal dari Harley, Menohok Temuan PPATK soal Selundupan Rp 900 M

Edhy Prabowo mengatakan, aturannya masih dikaji. Menurutnya, dengan membebaskan ekspor benih lobster dengan ketetapan aturan, akan menurunkan nilai jual dari ekspor ilegal.

"Kalau dibiarkan nyatanya penyeludupan tetap berjalan. Makanya kita buka saja (ekspor), sehingga penyeludupan di Indonesia tidak punya nilai lagi," ungkap Edhy di JCC Jakarta Sabtu (14/12).

Edhy menyatakan, dengan membuka keran ekspor benih lobster dengan terstruktur akan meningkatkan nilai tambah masyarakat yang hidupnya bergantung pada penjualan benih lobster.

"Daripada di jual melalui perantara, kenapa enggak langsung? Dengan siapa nanti dijual apakah dengan koperasi atau ke siapa yang tahu? Kemudian langsung ke negara penerima benih daripada lewat perantara lagi, penyeludupan lagi. Kenapa kita enggak fokus pada si pemilik benih ini agar punya harga yang leboh besar?" tambahnya.

Halaman
1234
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved