Senin, 27 April 2026

BATAM TERKINI

Empat Saudara Pelaku Pecah Kaca di Batam, Ditangkap Saat COD Barang, Pembeli Ternyata Polisi

Satreskrim Polresta Barelang menangkap empat pelaku pecah kaca di Tiban, Sekupang Kota Batam. Awalnya polisi menangkap satu orang pelaku, kemudian di

Penulis: Eko Setiawan | Editor: Eko Setiawan
Tribunbatam.id/Eko Setiawan
Kapolresta Barelang Saat Ekspose kasus pecah kaca 

Empat saudara pelaku pecah kaca, Ditangkap Polisi Saat COD, Pembelinya ternyata Polisi

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Satreskrim Polresta Barelang menangkap empat pelaku pecah kaca di Tiban, Sekupang Kota Batam.

Awalnya polisi menangkap satu orang pelaku, kemudian dikembangkan dan mengamankan tiga orang lainya.

Kapolresta Barelang AKBP Prasetyo Rachmat Purboyo dalam ekspose yang dilakukan Polresta Barelang, Selasa (17/12/2019) siang mengatakan, kejadian pecah kaca pada 6 Desember lalu.

Komitmen Lukita Dinarsyah Tuwo Apabila Terpilih Jadi Wali Kota Batam: Kita Bisa Kendalikan Harga

Live Streaming Semen Padang vs Borneo FC, Tak Ada Gol Tercipta, Babak I Berakhir dengan Skor 0-0

Terakhir diketahui, keempat pelaku yakni Jamak (19), SA (17), Febri (27) dan Juantara (21). Febri terpaksa ditembak polisi karena mencoba melawan saat diamankan.

"Mereka adalah pelaku pecah kaca yang ditangkap beberapa waktu lalu. Mereka ditangkap setelah kita mendapat laporan dari kepolisian," sebut Pras dalam ekspose di Polresta Barelang.

Foto empat pelaku kejahatan yang merupakan satu keluarga di Batam
Foto empat pelaku kejahatan yang merupakan satu keluarga di Batam (Tribunbatam.id/Eko Setiawan)

Dikatakan Pras, para pelaku ini melakukan aksinya dengan menggunakan busi dan kemudian mencari sasaran di kawasan Tanjung Uncang.

"Setelah sasaran mobilnya, kemudian pelaku melempr dengan menggunakan busi," lanjutnya.

Saat kaca mobil sudah pecah, pelaku kemudian menggasak tas yang ada didalamnya. Disana ada uang tunai Rp 60 ribu dan satu unit Laptop.

Empat pelaku satu keluarga

Diktahui empat pelaku yang ditangkap tim Buser Polresta Barelang merupakan satu keluarga. Hal tersebut diungkapkan oleh Febri salah satu pelaku kepada Tribunbatam.id

Menurut Febri, Pelaku bernama Jamak merupkan anak pamannya, SA anak abang kandungnya dan Juantara anak dari kakaknya.

Mereka baru saja sampai ke Batam sekitar tiga hari sebelum kejadian. Dengan alasan kepepet uang, para pelaku berbuat jahat.

"Saya paling besar, memang kami semua satu keluarga. Dua orang anak paman saya baru sampai ke Batam. Dan dia awalnya tinggal sama saya," sebut Febri Bercerita.

Dikatakan Febri, pada saat kejadian mereka tidak niat untuk melakukan aksi pecah kaca tersebut. Namun kebetulan mereka berada di kawasan Tanjung Uncang dan melihat mobil terparkir.

Didalam mobil pelaku bernama Jamak melihat sebuah tas dan ia memberitahukan kepada Febri.

"Pas saya gak ada duit, kemudian saya beli busi bekas di bengkel seharga Rp 2 ribu," sebutnya.

Awalnya yang memecahkan kaca yakni Juantara. Beberapa kali lemparan dengan pakai busi kaca tidak urung pecah.

"Karena tidak pecah juga, akhirnya saya yang coba melempar. Dan kemudian pecah. Sementara jamak tugasnya menjaga situasai kalau-kalau ada orang," sebut Febri lagi.

Didalam Tas terdapat uang Rp 60 ribu dan satu unit Laptop. "Uang itu kami bagi dan Laptopnya kami jual," tegasnya.

Pelaku di Tangkap Saad COD

Pengungkapan kasus ini dilakukan pihk kepolisian dengan cara unik. Kepqda Tribunbatam.id salah satu pelaku mengaku kalau dirinya ditangkap ketika mengantarkan Laptop hasil curiannya kepada orang yang akan membeli alias COD.

Ternyata orang yang membeli itu adalah petugas polisi. Dalam hal ini polisi mengetahui kalau si penjual adalah pelaku kejahatan.

Pelaku bernama SA (17) mengaku kalau dirinya menjual Laptop hasil curiannya di medsos Melalui FJB Batam.

"Saya COD, ternyata yang beli Polisi. Saya awalnya gak tahu dan tiba-tiba kami ditangkap," terangnya.

Walaupun SA merupakan salah satu pelaku yang masih di Bawah Umur, ternyta ia residivis.

Sebelumnya pelaku sempat ditangkap Polsek Batu Aji karena kasus pencurian dengan kekerasan.

"Dulu saya juga ditangkap. Dan ini yang ke dua kalimya," sebut SA.

Akibat perbuatan tersebut, keempat pelaku saat terpaksa harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Pantauan Tribunbatam.id dilapangan, Febri pelaku yang ditembak polisi terlihat masih meringis kesakitan. Luka bekas tembakan masih belum sembuh.(tribunbatam.id/setiawan.koe)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved