Selasa, 5 Mei 2026

Begini Tips Aman Menyaksikan Gerhana Matahari Cincin Pada 26 Desember 2019 Mendatang

BMKG menjelaskan, gerhana matahari cincin dapat terjadi ketika matahari, bulan, dan bumi tepat pada titik segaris.

Tayang:
kompas.com
Ilustrasi Gerhana Matahari Cincin 

TRIBUNBATAM.id - Gerhana matahari cincin diprediksi akan 'mampir' ke Indonesia pada tanggal 26 Desember 2019 mendatang. 

Sebagian wilayah di Indonesia bakal menyaksikan fenomena langka tersebut mulai pukul 12.15 WIB hingga pada fase puncak yakni pukul 12.17 WIB. 

BMKG menjelaskan, gerhana matahari cincin dapat terjadi ketika matahari, bulan, dan bumi tepat pada titik segaris. 

 

Saat segaris, bulan yang teramati dari bumi lebih kecil daripada piringan matahari.

"Akibatnya, saat puncak gerhana, matahari akan tampak seperti cincin, yaitu gelap di bagian tengahnya dan terang di bagian pinggirnya," tulis BMKG dalam keterangan resminya di laman bmkg.go.id, dikutip TribunJabar.id, Selasa (17/12/2019).

Adapun wilayah yang terlewati jalur cincin adalah Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Oman, India, Srilangka, Samudra India, Singapura, Indonesia, Malaysia, dan Samudera Pasifik.

Di Indonesia, jalur cincin gerhana ini akan melewati 25 pusat kota dan kabupaten di tujuh provinsi.

Tujuh provinsi tersebut yaitu Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Timur.

Adapun fase cincin gerhana matahari yang terlihat di setiap kota berbeda atau bervariasi.

Secara sederhana, ada beberapa proses atau fase dalam gerhana matahari.

BMKG menjelaskan, fase tersebut di antaranya adalah kontak pertama, kontak kedua, puncak gerhana, kontak ketiga, hingga kontak keempat.

Gerhana matahari
Gerhana matahari (Pixabay.com)

Fase cincin adalah proses gerhana matahari dari kontak kedua hingga kontak ketiga.

Kontak pertama terjadi saat piringan bulan mulai menutupi piringan matahari.

Kemudian, kontak kedua terjadi saat piringan bulan mulai menutupi matahari, hingga seluruh bulan benar-benar menutupi piringan matahari

Setelah kontak kedua, gerhana matahari masuk ke fase puncak gerhana.

Di fase puncak inilah gerhana matahari terlihat seperti cincin.

Saat piringan bulan mulai terlihat meninggalkan piringan matahari, maka itu masuk kontak ketiga.

Saat piringan bulan tak lagi terlihat menghalangi matahari, itu masuk ke kontak keempat.

Durasi cincin atau fase cincin (waktu dari kontak kedua hingga kontak ketiga), waktunya rata-rata 3 menit.

Lama durasi cincin terlama di suatu pusat kota di Indonesia pada GMC 26 Desember 2019 ini adalah di Selat Panjang, Riau, yaitu 3 menit 38,9 detik dengan magnitudo gerhana sebesar 0,984.

Sementara itu, lokasi di permukaan pumi yang durasi cincinnya paling lama, atau disebut dengan Greatest Duration (GD), yaitu di Selat Karimata.

Gerhana Matahari total sebagai bagian dari gerhana Matahari hibrid, Minggu (3/11/2013), diabadikan dari wilayah Atlantik.
Gerhana Matahari total sebagai bagian dari gerhana Matahari hibrid, Minggu (3/11/2013), diabadikan dari wilayah Atlantik. (Ben Cooper via Tribunnews.com)

Di Selat tersebut, durasi cincinya mencapai 3 menit 40,0 detik dan magnitudo gerhananya mencapai 0,985.

"Adapun lama fase cincin dan magnitudo gerhana di kota-kota lainnya kurang dari waktu tersebut. Pada saat fase cincin di lokasi-lokasi tersebut, kecerlangan langitnya akan meredup hingga seperti saat fajar atau senja. Puncak keredupannya adalah saat terjadinya puncak gerhana, yaitu waktu di tengah-tengah fase cincin ini," tulis BMKG.

Lebih lanjut BMKG menjelaskan, ada juga istilah durasi gerhana.

Durasi gerhana adalah waktu di antara kontak pertama hingga kontak keempat.

Durasi gerhana berbeda-beda di tiap kota.

"Durasi gerhana terlama di Indonesia adalah di Bengkalis, Riau, yaitu selama 3 jam 51 menit 24,7 detik," tulis BMKG. (TribunJabar.id)

Cara Aman Melihat Gerhana Matahari Cincin

Poin terpenting dalam mengamati fenomena Gerhana Matahari adalah keamanan mata. Untuk itu, disarankan tidak melihat langsung ke arah Matahari dengan mata telanjang. 

Menatap matahari langsung tanpa pelindung dapat membahayakan retina mata dalam waktu sesaat.

Berikut tips aman melihat gerhana matahari cincin, versi Dosen Ilmu Falak pada Jurusan Astronomi Islam Fakultas Syariah IAIN Lhokseumawe, Tgk Ismail SSy MA, dikutip TribunJabar.id dari Serambinews.com: 

1. Menggunakan teleskop yang telah dilindungi dengan filter matahari

Perlu diingat, walau telah dilindungi dengan filter matahari tetap jangan berlama-lama menatap matahari, hindari jangan sampai lebih dari tiga menit.

Puncak gerhana Matahari sebagian Jumat (10/5/2013) pagi ini terlihat dari wilayah Kintamani, Bali.
Puncak gerhana Matahari sebagian Jumat (10/5/2013) pagi ini terlihat dari wilayah Kintamani, Bali. (Malik Nur Hakim)

Usahakan setelah melihat matahari dalam durasi tiga menit untuk melihat medan pandang yang hijau atau ke arah lain agar mata merasa stabil kembali.

2. Menggunakan kacamata matahari.

Kacamata ini terbuat khusus untuk mengamati matahari.

Untuk mendapatkan kacamata matahari tentunya sedikit sulit, namun dengan sistem jual beli online tentu kesulitan tersebut bisa teratasi.

3. Menggunakan kaca las nomor 14

Kaca las ini tergolong mudah didapatkan dan pastinya dengan harga yang terjangkau.

Gunakan kaca las tersebut menutupi kedua mata selama pengamatan gerhana, jangan pernah dilepaskan saat masih menatap matahari walau sesaat. (*) 

Artikel ini telah tayang di Tribunjabar.id dengan judul "Catat! Begini Cara Aman Melihat Gerhana Matahari Cincin di Indonesia, Jangan Lebih dari 3 Menit"

Rumor Pemain Baru Persib, Robert Hanya Berani Sebut Satu Nama Ini; Dia Sudah Pasti

Daftar Pebalap MotoGP 2020, Repsol Honda Gandeng Marc Marquez dan adiknya Alex Marquez

Mengapa Peringatan Hari Ibu di Indonesia Setiap Tanggal 22 Desember? Ini Sejarahnya

Lewati Kompleks Mereka, Warga Bandara Mas Odesa Batam Tolak Pembangunan SUTT 150 KV

 

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved