BATAM TERKINI
Pertamina Ancam SPBU Nakal, Jika Terbukti 'Main Mata' dengan Mafia Solar Bakal Ditindak
Disperindag memanggil pertamina terkait pengungkapan penimbunan solar di kawasan Kaveling Bukit Melati, Kelurahan Sei Pelunggut, Kecamatan Sagulung.
Pertamina Ancam SPBU Nakal, Jika Terbukti Main Mata dengan Mafia Solar Bakal Ditindak
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Pasca penangkapan solar di Sagulung beberapa waktu lalu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam menggelar rapat koordinasi, Selasa (17/12/2019).
Pada pertemuan di lantai lima gedung bersama itu, dihadiri puluhan peserta.
Rapat dipimpin Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam Gustian Riau.
Rapat itu adalah rapat internal dan tertutup bagi media.
Disperindag memanggil pertamina terkait pengungkapan penimbunan solar di kawasan Kaveling Bukit Melati, Kelurahan Sei Pelunggut, Kecamatan Sagulung, Batam.
Selama ini di Batam, solar kerap menjadi persoalan sosial yang seakan berkepanjangan. Pasalnya, di beberapa SPBU solar kerap habis. Sementara agen-agen tidak resmi ada.
• BUKAN dari SPBU, Begini Cara Pemilik Gudang di Sagulung Batam Dapatkan 3 Ton Solar
Disinyalir, solar-solar subsidi itu dikuasai oleh sekelompok orang. Untuk keperluan memperkaya diri sendiri.
Tidak tinggal diam, kemudian Disperindag Batam melakukan penggrebekan. Dan hasilnya, pada penggerebekan terdapat barang bukti sebanyak 3 ton solar yang disimpan di dalam 3 tangki isi 900 liter solar dalam setiap tangkinya.
Selain itu juga terdapat 1 drum berisi 200 liter solar.
Pihak PT Pertamina (Persero) mengatakan komitmennya untuk menumpas tuntas mafia solar di Batam. Unit Manager Communication dan CSR MOR I (Pertamina) Roby Hervindo yang membawahi lima provinsi di Sumatera mengatakan, SPBU yang terlibat jika terbukti akan diberikan tindakan tegas.
Jika terbukti maka sanksi teringan adalah teguran dan terberat Pemutusan Hubungan Usaha (PHU) dengan pihak SPBU yang salah. '
'Dari kami tetap mempunyai komitmen dengan mereka yang coba bermain-main dengan BBM solar bersubsidi. Dari pimpinan, akan melakukan asessment dan kemudian jika terbukti kami akan melakukan PHU," katanya.
Roby menuturkan, kuota solar bersubsidi di Batam sesuai perencanaan dan sesuai data bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan stakeholder pemerintah daerah sudah cukup.
Pertamina juga heran ketika BBM solar bersubsidi cepat lenyap dari SPBU.
"Cukup kok.Kuota Solar subsidi Januari - November 2019 sebesar 138 ribu Kilo liter (KL). Pertamina menyalurkan sebesar lebih dari 129 ribu KL, atau mencapai 93 persen. Sisanya kami siapkan untuk antisipasi kenaikan kebutuhan solar menjelang momen Natal dan Tahun Baru. Jadi tak ada masalah," katanya.
Roby tak menampik jika ada oknum tertentu yang mengambil solar untuk keperluan pribadi dan memperkaya diri sendiri.
Hal itu kata dia, Pertamina tidak mungkin 24 jam menjaga SPBU. Untuk itu, mereka membutuhkan kejujuran berusaha, keimanan oknum pemain solar, dan pengawasan stakeholder termasuk aparat kepolisian.
"Kita mengharapkan, tak ada persoalan berkepanjangan. Karena sebelum kita distribusikan ke SPBU, kita sudah perhitungan. Jadi tidak asal main kasih. Bahwa kemudian ada yang bermain-main, ya tinggal kita hadapkan dengan hukum. Dari kami tegas akan PHU jika terbukti," ucapnya.
Rapat yang digelar Disperindag Kota Batam Selasa (17/12), beberapa agen solar turut hadir. Terkait apa hasil percakapan mereka di dalam ruang rapat, belum diketahui.
Hanya saja, bocoran tentang rapat adalah terkait penangkapan solar.
Berdasarkan informasi yang dihimpun oknum pemain solar subsidi ilegal cukup rapi.
Sumber mengatakan, mobil tahun lama didesain ulang tangki minyaknya. Misalkan jika mobil jenis L300 berisi tangki antara 40-47 liter, maka diubah menjadi 100 liter.
Dengan cara membesarkan bagian tangki dengan desain ulang.
"Sehingga secara kasat mata susah kita membedakan mana mereka yang bermain, dan mana mereka yang benar-benar mengisi solar. Kalau dari sisi selang SPBU, bisa saja cepat tekanannya. Jadi memang ada kerja sama dengan oknum SPBU. Ini sebenarnya sudah lama permainan ini," ujar seorang sumber belum lama ini.
Sumber ini mengatakan, oknum SPBU yang kerap bermain berada di daerah Batuaji, Sekupang dan beberapa daerah lain di Batam.
"Mereka memanfaatkan waktu sepi, sehingga lewat dari pantauan petugas dan media," katanya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam Gustian Riau, mengatakan, rapat Selasa (17/12) sore ini adalah rapat koordinasi terkait persiapan solar subsidi per 31 Desember 2019. Ketika ditanya soal kaitannya dengan pengungkapan kasus solar tersebut.
"Ini rapat koordinasi dengan pihak Pertamina dan beberapa swasta. Artinya, kami koordinasikan terkait persiapan solar dan BMM menjelang 31 Desember 2019," ujarnya.
Terkait dengan penangkapan solar di Sagulung diakui Gustian sedang dalam proses penyelidikan PPNS.
Ia mengucapkan, semua barang bukti (BB) yang ditangkap masih diamankan. Dan mereka telah mendata mobil yang dimodifikasi untuk tempat solar.
"Erwin di Barelang pemilik mobil. Rusman pemilik modifikasi. Kami sudah data. Kami belum limpahkan, karena kami sedang melakukan penyelidikan melalui PPNS kami. Apa hasilnya masih sedang didalami," kata Gustian.
Gustian mengatakan, tidak akan main-main dengan mereka yang bermain-main. Sebab di lapangan, mobil yang dimodifikasi bisa menampung satu ton solar sekali angkut.
"Kami akan tindak," katanya.
Sementara itu, PT Pertamina (Persero) Sales Area Manager Kepri Awan Raharjo mengatakan sudah melakukan koordinasi dengan pihak Disperindag. Ia mengatakan, konsumsi di Kota Batam adalah 270 liter per hari sebelum ada kartu Brizzi.
Setelahnya, sebanyak 90-an liter per hari setelah ada kartu Brizzi.
"Namun karena perkembangan kendaraan di Batam yang bertambah saat ini 120 liter per hari," ujarnya.
Awan Raharjo mengatakan, mereka akan menindak SPBU yang bermain curang. Seperti SPBU di Tanjungpiayu. "Kami berikan sanksi di SPBU Tanjungpiayu. Kami stop BBM premium. Jadi itu contoh komitmen kami," katanya. (tribunbatam.id/leo halawa)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/19102019antrian-pembelian-bbm-di-spbu-batam.jpg)