HARI IBU 2019

Ini Sosok Penting di Kehidupan Lukita Dinarsyah Tuwo; Bagi Saya Ibu Adalah Pejuang Sejati

Bagi saya Ibu saya adalah pejuang sejati dimana ia bertahan melawan penyakitnya demi anak-anaknya.

Ini Sosok Penting di Kehidupan Lukita Dinarsyah Tuwo; Bagi Saya Ibu Adalah Pejuang Sejati
TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA
Lukita Dinarsyah Tuwo saat bercerita mengenai makna dan perjuangan seorang Ibu dalam acara, Woman to infinity pada Sabtu (14/12) di Atrium Grand Batam Mall. 

TRIBUNBATAM.id, BATAMBerbicara mengenai peran seorang Ibu, banyak orang tentu akan tersentuh bahkan menitikkan air mata.

Kasih sayang tulus, perjuangan, serta pengorbanan seorang Ibu dalam membesarkan anak-anaknya, tidak akan mungkin bisa tergantikan oleh apapun di dunia ini.


Hal ini jugalah yang kemudian dirasakan oleh lima bakal calon Wali Kota Batam.

Hadir dalam acara Woman to Infinity pada Sabtu (14/12/2019) di Atrium Grand Batam Mall.


Para bakal calon Wali Kota Batam tampak menitikkan air mata saat bercerita mengenai makna dan perjuangan seorang Ibu.

Salah satunya, Lukita Dinarsyah Tuwo.


Dalam acara Woman to Infinity, Lukita menceritakan bahwa sang Ibu tutup usia di umur 88 tahun karena penyakit kanker paru-paru.

Sebelum mengidap kanker paru-paru, terlebih dahulu Ibu Lukita mengidap kanker payudara dan kanker pankreas sejak usia 70 tahun.

"Bagi saya Ibu saya adalah pejuang sejati dimana ia bertahan melawan penyakitnya demi anak-anaknya. Pada saat saya sedang bersekolah di Luar Negeri dan sedang mendekati ujian, tiba-tiba ibu saya terkena stroke.

Tapi beliau mengatakan jangan sampai Lukita tahu, biarkan dia berjuang sekolah di sana. Biarkan dia memperoleh mimpinya. Saya akhirnya tahu juga dan akhirnya saya pulang," kenang Lukita.


Bagi Lukita dan saudara-saudaranya, Ibu adalah pelindung di keluarga mereka. Sang Ibu yang awalnya berprofesi sebagai seorang guru, akhirnya memilih menjadi Ibu yang bisa melindungi dan menjaga anak-anaknya.

"Saat saya memutuskan untuk pindah dari pegawai Unilever ke pegawai  negeri, Ibu saya meyakini bahwa keputusan saya adalah yang terbaik. Beliau juga berpesan bahwa saat saya sebagai birokrat, saya harus ingat bahwa saya itu melayani masyarakat.

Saya harus menjadi mercusuar yang bisa memberikan kebaikan, bukan hanya untuk diri saya dan keluarga saya, tapi juga untuk masyarakat. Inilah yang selalu saya ingat ketika saya bekerja," tutupnya mengenang sang Ibu. (*)

Editor: Dewi Haryati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved