Rabu, 22 April 2026

Johannes Tarigan Ungkap Motivasinya Maju Pilkada Batam

Johannes mengungkapkan Batam merupakan kota yang sangat menjanjikan karena lokasi yang strategis, yakni berdekatan negara Singapura dan Malaysia.

TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA
Bakal Calon Wakil Wali Kota Batam, Johannes Tarigan 

Johannes Tarigan Ungkap Motivasinya Maju Pilkada Batam 

TRIBUNBATAM.id - Johannes Tarigan mengungkapkan motivasinya untuk maju sebagai Bakal Calon Wakil Wali Kota Batam.

Johannes mengungkapkan bahwa Batam merupakan kota yang sangat menjanjikan karena lokasi yang strategis, yakni berdekatan dengan negara Singapura dan Malaysia.

Ia juga menyebutkan bahwa Batam merupakan miniatur Indonesia karena segala suku dari berbagai daerah di Indonesia ada di Kota Batam.

Menurut Johannes, Batam harus belajar dari negara tetangga, Singapura.

Ia menyebutkan bahwa negara Singapura tidak memiliki sumber daya alam melainkan sumber daya manusia.

"Dengan sumber daya manusia yang diperbaiki, negara Singapura bisa semaju itu dan hal itu bisa kita terapkan di sini," ujarnya, Senin (23/12/2019).

Ia ingin membenahi Batam agar bisa menjadi tujuan wisata dan bisnis.

"Kita harus mengganti tagline batam, yang berbunyi begitu anda tiba, anda menyesal menjadi begitu anda tiba, Anda menikmati," ujarnya seloroh.

Johannes mengungkapkan bahwa motivasinya untuk maju sebagai bakal calon wakil wali kota Batam bermula sejak ia bergerak di LSM Peduli Bangsa tahun 2006 silam.

LSM Peduli bangsa merupakan LSM yang peduli terhadap pendidikan, kesehatan serta pemberian sembako gratis terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Johannes bercerita bahwa sejak tahun 2006, melalui LSM tersebut ia sudah membantu kesehatan 216.000 orang, 120.000 pembagian sembako gratis serta pendidikan gratis bagi ribuan anak yang membutuhkan.

"13 tahun saya cuma bisa melayani 200.000 orang. Kalau saya jadi wakil wali kota dalam 3,5 tahun ini, saya bisa melayani 1,3 juta orang. Jadi saya ingin melayani lebih banyak orang," ungkapnya.

Johannes melanjutkan bahwa ia tidak memiliki ambisi sehingga apabila nanti ia tidak diberikan kesempatan untuk menjadi wakil wali kota Batam, ia akan tetap melanjutkan apa yang sudah ia lakukan selama 13 tahun ini.

"Kalau uang saya terbatas, uang LSM terbatas, tapi uang di negara ini, di kota ini, kalau dikelola dengan baik untuk kesejahteraan yang lebih banyak orang kenapa tidak? Jadi izinkan aku untuk melayani kota ini. Hanya itu," ucapnya.

Selanjutnya, ditanyai mengenai isu terbesar permasalahan kota Batam yang akan menjadi prioritasnya, Johannes menjawab bahwa pendidikan dan kesehatan akan menjadi fokus utamanya.

Kemudian ia akan menyelesaikan permasalahan pariwisata, investasi, keamanan, kebersihan dan kerapian di kota Batam.

Tidak lupa, Johannes juga menyampaikan bahwa menjadi pemimpin harus bisa menjadi pendengar dan wasit yang baik. Contohnya dalam penyelesaian permasalahan ruli di Kota Batam.

"Soal Ruli, pemerintah harus menjadi wasit. Saya ingin selesaikan ruli-ruli ini. Panggil semua perwakilannya. Saya wasitnya saja. Lalu panggil pengacara, panggil polisi. Berapa keluarga kalian, lalu panggil developer kemudian silahkan mediasi. Pasti akan selesai permasalahan ruli ini," jelasnya.

Menurut Johannes sepanjang pemerintah tidak punya kepentingan pribadi, permasalahan kota Batam pasti akan dapat diselesaikan.

Terakhir, ketika diminta untuk memilih antara pariwisata atau manufaktur, Johannes menjawab bahwa ia memilih pariwisata.

"Pariwisata karena negara maju, contohnya Cina dan Singapura kaya karena pariwisata. Dari pasriwisata, investor pun datang," tutupnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved