Penjelasan Polisi Soal Penyebab Bus Sriwijaya Masuk Jurang, Dugaan Rem Blong hingga Muatan
Beredar kabar penyebab Bus Sriwijaya masuk jurang karena rem blong dan kelebihan penumpang.
TRIBUNBATAM.id - Beredar kabar penyebab Bus Sriwijaya masuk jurang karena rem blong dan kelebihan penumpang.
Namun polisi hingga kini masih mendalami informasi itu.
Bus Sriwijaya masuk jurang di kawasan Liku Lematang Pagaralam, Selasa (23/12/2019).
"Penyebab pasti (kecelakaan bus) masih didalami. Soal rem blong atau tidak, itu masih kami dalami," kata Kapolres Pagaralam, AKBP Dolly Gumara saat diwawancarai live di TVOne.
Dolly menerangkan, dilihat dari pantauan, bus yang mengantar penumpang Bengkulu-Palembang itu memuat 52 kursi penumpang. Ia belum dapat memastikan apakah bus kelebihan penumpang atau tidak.
"Kalau memang penumpang jumlahnya 52, artinya tidak ada kelebihan," ungkapnya.

• 7 Potret Bus Sriwijaya Masuk Jurang 75 Meter, Korban Tewas Terus Bertambah
Sementara, untuk barang bawaan penumpang, lanjut Dolly masih banyak di dalam bus.
Menurut Dolly, bus masih ditahan karena takut terbawa arus sungai yang cukup deras.
Dari video yang tersebar, terdapat sepeda motor di dalam bus, Dolly belum dapat memastikan.
"Kami belum dapat informasi dari petugas yang ada di sana (soal sepeda motor di dalam bus)," ucapnya.
Dolly menggambarkan medan lokasi tempat kejadian. Diceritakannya, lokasi tersebut memang turunan dan menanjak, disertai dengan tikungan yang tajam karena daerah tersebut adalah daerah pegunungan.
"Ketinggian jurang menurut warga sekitar 150 meter," terangnya.
• Kesaksian Korban Selamat Bus Sriwijaya Masuk Jurang, Dia Ngebut Tahu-tahu Kami Dalam Air
"Kalau melihat kondisi dan situasi kontur jalan, memang ini rawan kecelakaan, makanya kita kerahkan petugas di sana. Dari catatan kami, pernah terjadi kecelakaan 100 meter dari lokasi, arah Lahat. Kejadian itu tahun 1993," bebernya.
Kesaksian Penumpang

Terbaring di ranjang dengan infus yang ada di tangan kirinya, Hasanah (52), korban selamat kecelakaan maut yang terjadi di Pagaralam menceritakan bagaimana kronologi yang menimpa ia dan penumpang lainnya, Selasa (24/12/2019).