Advertorial

Rian Ernest: Pembangunan Oleh Pemko Batam Harus Utamakan Kualitas dan Aspek Lingkungan

Rian Ernest, Bakal Calon Walikota Batam 2020 dari jalur perseorangan (independen) menyoroti peran Pemko Batam dalam pembangunan infrastruktur.

Rian Ernest: Pembangunan Oleh Pemko Batam Harus Utamakan Kualitas dan Aspek Lingkungan
TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA
Bakal Calon Wali Kota Batam, Rian Ernest didampingi Yusiani Gurusinga selaku Bakal Calon Wakil Wali Kota Batam. 

Balon Wako Batam, Rian Ernest: Pembangunan Oleh Pemko Batam Harus Utamakan Kualitas dan Aspek Lingkungan

TRIBUNBATAM.id - Jalan beton di Jalan Baru Kawasan Teluk Uma, Tanjung Uma terancam amblas karena tergerus air hujan lebat, Sabtu (21/12/2019) sore.

Akses jalan di Tanjung Uma akan putus apabila tanah di bawah jalan terus-menerus tergerus air.

“Ini sudah membahayakan, tanah di bawah jalan tergerus, ada sekitar 1 meter lebih. Takutnya nanti ambruk. Soalnya jalan ini akses penting,” ucap Sugianto, warga setempat.

Rian Ernest, Bakal Calon Walikota Batam 2020 dari jalur perseorangan (independen) menyoroti peran Pemerintah Kota Batam dalam pembangunan infrastruktur.

“Pemerintah Kota Batam bertanggung jawab atas kualitas pembangunan infrastruktur kota Batam. Pemerintah harus dapat memastikan pembangunan yang berkualitas yang berasal dari pengerjaan dan pembelian barang/jasa dari proses yang baik berdasarkan kompetensi dan secara rekam jejak terbukti kualitasnya. Jangan sampai kejadian di Tanjung Uma terulang lagi di tempat lain mengingat hujan terus menerus mengguyur pulau ini,” ungkap Rian.

Rian menyayangkan pembangunan jalan tanpa pengaman.

“Saya menyayangkan jalan di Tanjung Uma tersebut dibangun tanpa pengaman di sisi samping. Kalau kontraktor cermat, tentu sudah ada langkah antisipasi saat membangun jalan di tanah yang labil. Ini semua berpotensi merugikan masyarakat Kota Batam,” katanya.

Rian juga mendorong Pemko Batam menerapkan pembangunan berkesinambungan dengan alam dan lingkungan sehingga dapat meminimalisir dampak negatif dari pembangunan yang masif di Batam.

Misalnya tanah longsor atau tanah amblas.

“Karena, pada dasarnya lingkungan memiliki kapasitas daya dukung yang terbatas. Dengan kata lain, pembangunan yang tidak memerhatikan kapasitas alam dan lingkungan akan menyebabkan permasalahan pembangunan di kemudian hari,” kata Rian.

Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved