HEADLINE TRIBUN BATAM

Kami Kira Gempa dan Pesawat Jatuh, Tanah Timbunan di Belakang Pasar Induk Amblas

Timbunan tanah milik perusahaan swasta di kawasan sekitar Pasar Induk, Jodoh, amblas, Minggu (29/12/2019) dini hari, sekitar pukul 03.30 WIB.

Kami Kira Gempa dan Pesawat Jatuh, Tanah Timbunan di Belakang Pasar Induk Amblas
wahyu indri yatno
halaman 01 TB 

"Malam itu kami sekeluarga lagi nyenyak tidur. Namun tiba-tiba belakang dapur kami terdengar bunyi yang kuat. Dinding dapur ambruk mengeluarkan suara gemuruh yang sangat keras. Saya dan anak-anak langsulng lari keluar. Warga berteriak-teriak gempa,” kata Mastoni.

"Ada gempa bumi, ada gempa bumi. Bahkan ada yang teriak ada pesawat jatuh. Namun karena gelap, malam itu kami tak tahu apa sebenarnya yang terjadi,” katanya.

“Saya pun mengira memang betulan ada gempa bumi. Sebab, perlahan-lahan beberapa rumah mulai bergerak dan tiang penyangganya ikut roboh,” katanya.

Sudah Diminta Pindah

Salah satu korban dari longsoran yang terjadi di lokasi relokasi Pasar Induk Jodoh, Batam adalah nenek Febri.

Wanita berusia 60 tahun yang hanya ingin disebut nenek Febri ini kini tak punya tempat tinggal lagi karena rumahnya hancur. Ia terpaksa tidur di tempat terbuka, beralaskan selembar tikar.

Rumahnya memang sangat dekat dengan timbunan tanah yang diperkirakan setinggi 30 meter tersebut.

“Untunglah tidak apa-apa. Tidak langsung kena timpa tanahnya,” ujar nenek Febri saat dijumpai TRIBUNBATAM.id, Minggu (29/12/2019).

Nenek Febri sendiri keluar dari rumahnya setelah dievakuasi warga, sesaat sebelum rumahnya rubuh.

Dia mengaku kaget ketika banyak orang yang membangunkannya, padahal masih pukul 04.00 WIB.

Halaman
1234
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved