Senin, 8 Juni 2026

BATAM TERKINI

DERETAN Kendala Proses Penyelesaian IPAL Di Bengkong Sadai Batam, Cuaca hingga Izin Warga

Berbagai kendala ditemukan saat progres pembangunan IPAL atau Waste Water Treatment Plant (WWTP) tahap I di Bengkong Sadai seluas 7 hektare.

Tayang: | Diperbarui:
TRIBUNBATAM.ID/TRI INDARYANI
Pembangunan Instalasi pengolahan air limbah (IPAL) atau Waste Water Treatment Plant (WWTP) tahap I di Bengkong Sadai di lahan seluas 7 hektare 

DERETAN Kendala Proses Penyelesaian IPAL Di Bengkong Sadai Batam, Cuaca hingga Izin Warga

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Berbagai kendala ditemukan saat progres pembangunan Instalasi pengolahan air limbah (IPAL) atau Waste Water Treatment Plant (WWTP) tahap I di Bengkong Sadai yang berada di lahan seluas 7 hektare.

Demikian diungkapkan Kepala Bidang Pengelolaan Limbah BP Batam, Iyus Rusmana.

"Pekerjaannya tak semulus yang diperkirakan," ujar Iyus, Senin (31/12/2019).

Kendala yang dimaksud antara lain, masih adanya keberatan dari beberapa warga di perumahan.

Sehingga menyulitkan akses untuk pengerjaan jaringan IPAL hingga ke dalam perumahan.

"Kita membutuhkan waktu agar bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat. Khususnya bagi perumahan yang belum memberikan akses masuk. Baik melalui dialog dan diskusi bersama tokoh masyarakat dan warga lainnya," katanya.

Proyek IPAL di Batam Ditargetkan Selesai Desember 2020

Tak sampai disitu, lanjut dia, kurang optimalnya pelaksanaan K3 dan Clean Construction serta minimnya pengalaman dari para pelaksana yang ada di lapangan.

Apalagi pekerjaan jaringan khususnya IPAL ini di Indonesia ini sangat minim.

Dalam waktu pelaksanaannya dibutuhkan waktu untuk adaptasi dan pembelajaran.

"Kita memang tetap selalu dampingi mereka sehingga semua proses pengerjaanya bisa lebih maksimal," katanya.

Iyus melanjutkan faktor cuaca seperti musim penghujan dan adanya instalasi utilitas di lokasi yang sama seperti air, Telkom hingga gas juga menjadi salah satu kendala yang ditemukan selama pengerjaan.

Sementara itu, Deputi IV Anggota Bidang Pengusahaan BP Batam, Syahril Japarin mengatakan proyek IPAL ini khususnya di Indonesia bukanlah pekerjaan yang biasa (dilakukan), terlebih lagi di Batam. Baru beberapa kota saja di Indonesia yang sudah mulai menjalankan proyek pengolahan air limbah sepert ini.

Proyek seperti ini berbeda jauh dengan proyek-proyek lainnya. Seperti pengolahan air bersih dan distribusi lainnya.

"Pengolahan air limbah dan distribusinya ini, bukan satu hal yang sama dengan pengolahan air bersih, akan tetapi berbeda sekali. Sehingga ada permasalahan tekni yang perlu dilakukan secara detail. Yang kemudian, sangat mempengaruhi pengerjaan dilapangan," paparnya.

Ia menambahkan proyek IPAL ini terbilang sangat penting untuk membantu keterseidan air baku bagi Kota Batam. Mengingat kondisi Batam saat ini masih dalam kondisi yang kekurangan air baku. (Tribunbatam.id/Roma Uly Sianturi)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved