Breaking News:

Masa Sewa Berakhir, PT Elnusa Minta Patraindo Mengosongkan Lahan

PT Elnusa Tbk meminta PT. Patraindo Nusa Pertiwi mengosongkan area lahan menyusul berakhirnya masa sewa.

TRIBUNBATAM.id/BERES LUMBANTOBING
Suasana penutupan lahan milik PT Elnusa Batam, Jumat (30/8/2019) 

TRIBUNBATAM.id - PT Elnusa Tbk meminta PT Patraindo Nusa Pertiwi mengosongkan area lahan menyusul berakhirnya masa sewa.

Kuasa Hukum PT Elnusa Tbk Gidion Hot M. Nainggolan mengatakan, perjanjian sewa lahan antara PT Elnusa Tbk dengan PT Patraindo berakhir pada 31 Desember 2019. 

" PT Patraindo Nusa Pertiwi berakhir pada tanggal 31 Desember 2019, maka kami meminta agar PT. Patraindo Nusa Pertiwi segera mengosongkan barang-barang miliknya yang berada di atas lahan klien kami," ujar Gidion, Selasa (31/12/2019) memberikan jawaban atas pernyataan Kuasa Hukum PT Patraindo, Mahmud.

Lahan PT Elnusa Tbk yang disewa PT Patraindo berada di Kawasan Industri Batu Ampar, Jalan Todak Batu Ampar, Batam, Kepulauan Riau, seluas 11.690 m2.

"Seuai perjanjian sewa No. 046/EN/KTR/000D/2014,  di dalamnya terdapat bangunan milik PT Elnusa Tbk,  sewa berakhir pada 31 Desember 2019," tambahnya.

Dalam perjanjian sewa itu juga diatur mengenai denda apabila ada keterlambatan pembayaran sewa

Gidion menambahkan, perjanjian sewa disepakati PT Elnusa Tbk bisa memutus secara sepihak bila pihak penyewa lalai dalam melakukan pembayaran kewajiban sesuai tahapan pembayaran yang telah disepakati.

PT Elnusa juga akan mengikuti proses PKPU sesuai dengan ketentuan PKPU yang berlaku. 

Akan tetapi, Gidion menambahkan, proses PKPU tersebut tidak menghalangi PT ElnusaTbk untuk mendapat haknya atas tanah miliknya yang telah habis masa sewanya.

Sebelumnya Kuasa Hukum PT Patraindo, Mahmud mengatakan, urusan utang piutang dengan PT Elnusa kini sudah ditangani pihak berwajib.

PT Patraindo Nusa Pertiwi, berdasarkan putusan pengadilan niaga permohonan PKPU nomor : 27/Pdt.sus/PKPU/2019/PN niaga. Mdn. Tanggal 25 November 2019 telah ditetapkan dalam keadaan penundaan kewajiban pembayaran utang sementara (PKPU-S), maka dengan demikian Patraindo beritikad baik untuk membayar utang-utangnya kepada kreditur sesuai kesepakatan dengan Kreditur-kreditur bahwa Patraindo akan membayar utangnya sebagaimana ketentuan perundang-undangan PKPU.

"Biarlah pihak pengadilan yang memutuskan atas utang PT Patraindo, semua permasalahan ini sudah ditangani PKPU, dan kini tengah ditangani Pengadilan Niaga Negeri Medan, kita tunggu saja keputusannya," ujarnya.(*)

Editor: Agus Tri Harsanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved