BATAM TERKINI
Sempat Terkendala Izin Warga, Ini yang Dilakukan BP Batam Agar Proyek IPAL Tetap Bisa Jalan
Dalam pelaksanaannya, pembangunan IPAL tak semulus perkiraan awal. Berbagai kendala ditemukan, saat proses pembangunan IPAL tahap I di Bengkong Sadai
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Bengkong Sadai, dimaksudkan sebagai upaya untuk mengamankan air waduk di Batam dari cemaran air limbah.
Apalagi isu ketersediaan air baku di Kota Batam menjadi hal yang sangat penting, guna memberikan pasokan air bersih untuk masyarakatnya.
Namun dalam pelaksanaannya, ternyata pembangunan IPAL tak semulus perkiraan awal.
Berbagai kendala ditemukan, saat proses pembangunan jaringan IPAL tahap I di Bengkong Sadai yang berada di lahan seluas 7 hektare.
"Pekerjaannya tak semulus yang diperkirakan," ujar Kepala Bidang Pengelolaan Limbah Badan Pengusahaan (BP) Batam, Iyus Rusmana, Senin (31/12/2019) di Gedung BP Batam.
Kendala yang dimaksud antara lain, masih adanya keberatan dari beberapa warga di perumahan.
Sehingga menyulitkan akses untuk pengerjaan jaringan IPAL hingga ke dalam perumahan.
"Kita membutuhkan waktu agar bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat. Khususnya bagi perumahan yang belum memberikan akses masuk. Baik melalui dialog dan diskusi bersama tokoh masyarakat dan warga lainnya," katanya.
• Proyek IPAL di Batam Ditargetkan Selesai Desember 2020
Tak sampai disitu, lanjut dia, kurang optimalnya pelaksanaan K3 dan Clean Construction serta minimnya pengalaman dari para pelaksana yang ada di lapangan.
Apalagi pekerjaan jaringan khususnya IPAL ini di Indonesia ini sangat minim.
Dalam waktu pelaksanaannya dibutuhkan waktu untuk adaptasi dan pembelajaran.
"Kita memang tetap selalu dampingi mereka sehingga semua proses pengerjaanya bisa lebih maksimal," katanya.
Iyus melanjutkan faktor cuaca seperti musim penghujan dan adanya instalasi utilitas di lokasi yang sama seperti air, Telkom hingga gas juga menjadi salah satu kendala yang ditemukan selama pengerjaan.
• Bidik Peserta JHT yang Kena PHK, BPJamsostek Ajukan Pelatihan Vokasi di Batam
Sementara itu, Deputi IV Anggota Bidang Pengusahaan BP Batam, Syahril Japarin mengatakan proyek IPAL ini khususnya di Indonesia bukanlah pekerjaan yang biasa (dilakukan), terlebih lagi di Batam. Baru beberapa kota saja di Indonesia yang sudah mulai menjalankan proyek pengolahan air limbah sepert ini.
Proyek seperti ini berbeda jauh dengan proyek-proyek lainnya. Seperti pengolahan air bersih dan distribusi lainnya.
"Pengolahan air limbah dan distribusinya ini, bukan satu hal yang sama dengan pengolahan air bersih, akan tetapi berbeda sekali. Sehingga ada permasalahan tekni yang perlu dilakukan secara detail. Yang kemudian, sangat mempengaruhi pengerjaan dilapangan," paparnya.
Ia menambahkan proyek IPAL ini terbilang sangat penting untuk membantu keterseidan air baku bagi Kota Batam. Mengingat kondisi Batam saat ini masih dalam kondisi yang kekurangan air baku. (Tribunbatam.id/Roma Uly Sianturi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/penutup-bak-kontrol-hilang.jpg)