Breaking News:

Usaha Restoran Efektif Terapkan Sistem Upah Per Jam, Berikut Penjelasan Menko Perekonomian

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, mengatakan ada urgensi dari aturan gaji pekerja dalam RUU Cipta Lapangan Kerja dalam sistem upah per jam

Editor: Septyan Mulia Rohman
kompas.com
Coordinating Minister for the Economy, Airlangga Hartarto 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Sektor perdagangan khususnya usaha restoran menjadi sektor yang efektif dalam menerapkan sistem upah per jam. 

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, mengatakan ada urgensi dari aturan gaji pekerja dalam Rancangan Undang Undang Cipta Lapangan Kerja.

Pemerintah ingin semua pekerja masuk ke sektor formal. Hanya saja, selama ini pekerja masuk ke dalam 2 sektor yakni sektor formal dan informal.

"Jadi itu salah terima. Kalau yang per jam itu misalnya konsultan yang dibayar per jam jadi lebih ke pekerja jasa atau pekerja paruh waktu. Misalnya kerja di restoran itu kan bisa digaji paruh waktu, jadi itu diakomodir di dalam UU berubah jadi gaji per jam," ujar Airlangga Hartarto, Rabu (1/1/2020).

Sebagai informasi, skema pengupahan di Indonesia diatur dalam Peraturan Pemerintah No 78/2015 tentang Pengupahan.

Dimana formula kenaikan upah didasarkan pada inflasi ditambah pertumbuhan ekonomi. Sementara itu, skema upah per jam sejauh ini belum diatur regulasi pemerintah.

Untuk mengatasi perdebatan yang terjadi setiap tahun itu, pemerintah tengah menggodok alternatif sistem pengupahan berdasarkan prinsip fleksibilitas yang akan dimasukan dalam beleid omnibus law.

Pembahasan omnibus law atau revisi undang-undang terkait perpajakan dan ketenagakerjaan masih berlangsung.

Target penyerahan omnibus law ke DPR yang tadinya bakal dilakukan pada akhir tahun ini pun molor jadi paling lambat awal tahun depan.

Selain skema upah per jam, aturan lain yang dimasukkan dalam beleid Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja antara lain aturan pesangon, prinsip easy hearing dan easy firing, hingga kemudahan untuk merekrut tenaga kerja asing.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved