Data BNPB ada 63 Titik Banjir di Jakarta, Paling Banyak di Jakarta Selatan

Data dari BNPB menyebutkan, ada 7 titik banjir di Jakarta Barat, 2 di Jakarta Pusat, 39 titik di Jaksel, 13 titik di Jaktim dan 2 titik di Jakut.

Data BNPB ada 63 Titik Banjir di Jakarta, Paling Banyak di Jakarta Selatan
Tribunnews
Kendaraan bermotor terendam banjir di Jabodetabek. BNPB memantau ada 63 titik banjir di Jakarta. 

TRIBUNBATAM.id,JAKARTA - Jumlah titik banjir di DKI Jakarta berjumlah 63 titik. Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merinci, sebanyak 7 titik banjir berada di Jakarta Barat, 2 titik banjir di Jakarta Pusat, Jakarta Selatan sebanyak 39 titik, Jakarta Timur sebanyak 13 titik dan Jakarta Utara 2 titik.

Tidak hanya di DKI Jakarta, dalam rilis BNPB yang dilansir Tribunnews.com, terdapat 97 titik banjir di Provinsi Jawa Barat. 

Jumlah titik banjir itu meliputi wilayah Bekasi sebanyak 32 titik, Kota Bekasi sebanyak 53 titik dan Kabupaten Bogor sebanyak 12 titik.

Kemudian di Provinsi Banten sebanyak 9 titik dengan rincian Kota Tangerang sebanyak 3 titik dan Tangerang Selatan sebanyak 6 titik. 

Secara keseluruhan, BNPB memantau ada 169 titik banjir di seluruh wilayah Jabodetabek dan Banten.

Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa wilayah yang paling terdampak banjir adalah Kota Bekasi (53), Jakarta Selatan (39), Kab. Bekasi (32), dan Jakarta Timur (13).

Kedalaman banjir tertinggi sebesar 2,5 m terjadi di Perum Beta Lestari, Jatirasa, Jatiasih, Kota Bekasi. Sedang genangan dengan kedalaman 1 - 2 m terdapat 49 titik.

BNPB sebelumnya menyebutkan curah hujan di sejumlah wilayah di Jakarta dan sekitarnya tergolong ekstrem. 

Berdasarkan rilis data intensitas curah hujan saat banjir besar dan tahunnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan hujan ekstrem menjadi penyebab banjir terjadi di sejumlah daerah di Jakarta dan sekitarnya. 

Rumah vokalis Rian D'MASIV yang berada di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, kebanjiran setinggi pinggang orang dewasa, Rabu (1/1/2020).
Rumah vokalis Rian D'MASIV yang berada di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, kebanjiran setinggi pinggang orang dewasa, Rabu (1/1/2020). (TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA)

Tahun 1996 curah hujan 216 milimeter/hari, 2002 curah hujan 168 milimeter/hari dan 2007 curah hujan mencapai 340 milimeter/hari.

Halaman
1234
Editor: Septyan Mulia Rohman
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved