HEADLINE TRIBUN BATAM

Harga Rokok Naik 35 Persen, Peredaran Rokok Ilegal Diprediksi Meningkat

Kebijakan kenaikan cukai hasil tembakau (CHT) dan harga eceran tertinggi (HET) rokok resmi diterapkan per 1 Januari 2019. Apa dampaknya?

Harga Rokok Naik 35 Persen, Peredaran Rokok Ilegal Diprediksi Meningkat
wahyu indri yatno
halaman 01 TB 

Harga Rokok Naik 35 Persen, Peredaran Rokok Ilegal Diprediksi Meningkat

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Menyambut Tahun Baru 2020, rakyat Indonesia menghadapi sejumlah kenaikan tarif.

Mulai dari tarif cukai rokok, BPJS Kesehatan hingga Tarif Dasar Listrik (TDL).

Kebijakan kenaikan cukai hasil tembakau (CHT) dan harga eceran tertinggi (HET) rokok resmi diterapkan per 1 Januari 2019.

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan memastikan kenaikan tarif cukai hasil tembakau (CHT) rata-rata 21,56%, dan harga jual eceran (HJE) rokok rata-rata sebesar 35% berlaku pada 1 Januari 2020.

Kenaikan tarif cukai rokok dan HJE tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 152 Tahun 2019 tentang tarif cukai hasil tembakau.

Di dalam beleid itu sudah diatur kenaikan cukai terhadap beberapa jenis rokok. Sedangkan untuk kenaikan harga jualnya, kurang lebih 35%.

Daftar Harga Rokok Terbaru di Anambas Per Januari 2020

Kenaikan tarif cukai rokok terbesar yakni ada pada jenis rokok Sigaret Putih Mesin (SPM) sebesar 29,96%. Untuk cukai rokok jenis Sigaret Kretek Tangan Filter (SKTF) naik sebesar 25,42%, Sigaret Kretek Mesin (SKM) 23,49%, dan Sigaret Kretek Tangan (SKT) 12,84%. Sedangkan, jenis produk tembakau seperti tembakau iris, rokok daun, sigaret kelembek kemenyan, dan cerutu tidak mengalami kenaikan tarif cukai.

Kepala Subdirektorat Tarif Cukai dan Harga Dasar DJBC, Sunaryo, mengatakan, pada awal tahun 2020 ini pita cukai yang tertera di bungkus rokok pun baru.

”Sudah, jadi ini di kantor Bea Cukai itu per diberlakukannya PMK mereka sudah menetapkan per masing-masing merek pas pesan pita cukai 35%," kata Sunaryo, Selasa (31/12/2019). "Harga yang tertera di pita cukai per 1 Januari sudah 35%," jelas dia.

Halaman
1234
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved