Breaking News:

ANAMBAS HARI INI

Dapat Bantuan Rehab Rumah, Warga Siantan Selatan Anambas ini Sempat Takut Dipanggil Kecamatan

Rumah yang ditempati warga Kecamatan Siantan Selatan, Anambas itu akan direhab melalui Gerakan Infaq Anambas (GIA 10R) Baznas di tahun 2020 ini.

Penulis: Rahma Tika | Editor: Septyan Mulia Rohman
tribunbatam.id/rahmatika
Adlia (49) warga Desa Air Bini, Kecamatan Siantan Selatan, Kabupaten Kepulauan Anambas, yang mendapatkan bantuan rumah bedah oleh Baznas Kabupaten Kepulauan Anambas. 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Rasa syukur dipanjatkan Adlia, warga Desa Air Bini, Kecamatan Siantan Selatan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri. 

Awal tahun 2020, rumah yang ia tempati seorang diri itu akan direhab melalui Gerakan Infaq Anambas (GIA 10R) Badan Amil Zakat Nasional ( Baznas) Kabupaten Kepulauan Anambas

Meski senang, namun ada cerita dari pria 49 tahun ini sebelum mendapat bantuan itu. 

Ia sempat takut ketika staf Kecamatan Siantan Selatan memanggilnya.

Adlia sama sekali tidak mengetahui tentang program rehab rumah Baznas Kabupaten Kepulauan Anambas

"Jadi waktu itu bulan September saya diminta sama Kepala Desa untuk menyerahkan KK dan KTP. Saya kasih saja, waktu itu tak ada pikiran apa-apa. Nah jelang sebulan setelah itu saya lagi di kebun potong kayu, saya dipanggil sama staff kantor Camat, saya langsung mengigil, waduh ada apa ni, saya tak ada buat salah kenapa pulak dipanggil," ucapnya saat ditemui di Gedung BPMS, Jumat (3/1/2020).  

Masih mengenakan baju yang penuh tanah dan lumpur sehabis dari kebun, Adlia semakin khawatir ketika staf Kecamatan Siantan Selatan menyuruhnya pulang setelah memberi informasi kalau ada orang yang akan memberikannya uang. 

Apalagi ketika dirinya dipanggil, orang sudah ramai berkumpul di kantor camat itu. 

Pikirannya semakin berkecamuk. Menurutnya, mana ada hari ini orang memberikan uang kepada orang yang belum dikenal secara cuma-cuma. 

"Siapa yang tidak takut. Setelah diberi penjelasan, rupanya yang ramai itu rombongan Baznas, barulah saya tahu saya ternyata dapat bantuan bedah rumah," kata Adli.

Ia mengatakan sudah hampir 12 tahun ia tinggal sendiri di rumah tersebut. Saat ditanya bagaimana kehidupannya sehari-hari Adli mengatakan lebih banyak menghabiskan waktu di kebun.

Adlia memiliki tiga orang yang sudah berkeluarga dan tinggal di luar daerah Tarempa.

Baginya hidup seorang diri tak membuat Adlia putus semangat mencari nafkah. Meski hanya berkebun ia mengaku untuk makan sehari-hari masih tercukupi.

"Ya kalau sempat masak kadang masak, kalau tak ada makanan kadang tak makan, lebih serinh di kebun daripada di rumah," ujarnya.

Bantuan yang disalurkan Baznas kepadanya, ia akui sangat bermanfaat sekali. Untuk pengerjaan rumah bedah tersebut tidak memakan waktu yang lama. Sebab ia mencari tukang sendiri kemudian ia turut membantu dalam pengerjaan rumah barunya itu.

Adlia menceritakan kenapa ia bisa mendapat bantuan rumah bedah dari Baznas sebab menurut mereka rumah Adlia memang sudah tidak layak huni lagi.

"Kata mereka rumah saya ini cukup rusak, ya kalau kata saya tak bisa nak cakap lagi memang dah rusak kali rumah itu, jangankan orang mau masuk, nak nengok aja mungkin orang takut," ucapnya.

Kini Adlia sudah bisa tinggal dengan nyaman, rumah bedah tersebut memiliki satu kamar tidur, ruang keluarga, dapur, dan kamar mandi.

Ia berkali-kali mengucapkan terimakasih kepada pihak Baznas dan masyarakat yang telah membantu serta perhatian kepada dirinya. Ia hanya bisa berdoa semoga Allah SWT yang nanti akan membalas kebaikan mereka.(tribunbatam.id/rahmatika)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved