Inflasi Batam Tertinggi se Indonesia, Kenaikan Harga Bahan Makanan Jadi Salah Satu Pemicunya

Inflasi di kota Batam pada penutupan akhir tahun 2019 sebesar 1,28 persen. Angka tersebut menduduki peringkat pertama dari 72 Kota di Indonesia.

Inflasi Batam Tertinggi se Indonesia, Kenaikan Harga Bahan Makanan Jadi Salah Satu Pemicunya
TRIBUNBATAM/M RIFKI
Ilustrasi sayur-mayur dan sembako di salah satu lapak pedagang. 

TRIBUNBATAM,id. BATAM - Inflasi di kota Batam pada penutupan akhir tahun 2019 sebesar 1,28 persen. Angka tersebut menduduki peringkat pertama dari 72 Kota yang mengalami inflasi.

Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri, Zulkipli, bahwa inflasi tersebut terjadi karena adanya kenaikan indeks harga konsumen (IHK) dari 137,53 pada November 2019 menjadi 139,28 pada Desember 2019 lalu.

"Inflasi tahun kalender (Januari-Desember 2019) sebesar 2,03 persen. Inflasi tahun ke tahun (Desember 2019 terhadap Desember 2018) sebesar 2,03 persen,” ujarnya saat dihubungi Tribun Batam pada Jumat (3/1).

Berdasarkan kelompoknya, inflasi yang terjadi pada Desember 2019 disebabkan oleh naiknya indeks empat kelompok.

Keempat kelompok tersebut di antarnya bahan makanan naik sebesar 4,05 persen, transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan naik sebesar 1,65 persen, makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau naik sebesar 0,14 persen, serta kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar yang naik sebesar 0,02 persen.

Dikatakn Zulkipli, yang mengalami penurunan indeks harga ada dua yaitu kelompok sandang turun sebesar 0,06 persen, dan kelompok kesehatan turun sebesar 0,01 persen.

Untuk beberapa kelompok seperti pendidikan, rekreasi, dan olahraga tidak mengalami perubahan indeks harga.

"Secara kumulatif, hingga Desember 2019 Kepri sudah mengalami inflasi sebesar 2,03 persen,"ujar Zulkipli.

Bila dilihat dari 82 kota IHK, tercatat 72 kota mengalami inflasi dan 10 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Batam sebesar 1,28 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Watampone sebesar 0,01 persen.

Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Kota Manado sebesar 1,88 persen dan deflasi terendah terjadi di Kota Bukittinggi dan Singkawang sebesar 0,01 persen. (*)

Penulis: Alamudin Hamapu
Editor: Rimna Sari Bangun
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved