Advertorial

Soal Rempang Galang, Balon Wali Kota Batam Lukita : Kita Harus Lakukan Sesuatu

Status quo pengelolaan lahan di Pulau Rempang dan Pulau Galang membuat investor ragu untuk menanamkan modal. Hal inipun mendapat tanggapan dari Lukita

Soal Rempang Galang, Balon Wali Kota Batam Lukita : Kita Harus Lakukan Sesuatu
DOK/TIM UNTUK TRIBUN BATAM
Lukita Dinarsyah Tuwo selaku Bakal Calon Wali Kota Batam 2020. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Status quo pengelolaan lahan di Pulau Rempang dan Pulau Galang membuat investor ragu untuk menanamkan modal.

Sejak dibuka dan dihubungkan dengan enam jembatan lebih dua dekade silam, pulau-pulau itu nyaris tidak dimanfaatkan sesuai tujuannya semula.

Bakal calon Wali Kota Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo menyoroti persoalan itu dengan serius.

Menurut dia, pulau-pulau kecil yang disambungkan oleh jembatan yang dibangun pada era BJ Habibie itu harus segera diselesaikan agar dapat memberikan manfaat ekonomi bagi daerah.

"Sebelum disambung, luas Batam hanya dua pertiga Singapura. Setelah dibangun jembatan, kita jauh lebih luas dari negara tetangga itu," kata Lukita di Batam, Kamis (2/1/2020).

Menurut mantan Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam itu, selama ini Rempang-Galang belum digarap akibat persoalan status lahan.

Isu itu menjadikan investor tidak berani menanam modal, karena sebagian pulau-pulau itu oleh Kementerian Kehutanan (Kemenhut) masih dikategorikan sebagai hutan lindung.

Beberapa waktu lalu, status itu telah diubah menjadi area peruntukkan lain, kemudian menjadi hutan peruntukkan lain.

Lukita menyatakan, sesudah persoalan status jelas, lahan dapat segera dimanfaatkan, sehingga tidak terbengkalai lebih lama lagi.

"Isu status lahan ini penting dan mendesak, harus diprioritaskan," ungkap Lukita.

Halaman
12
Editor: Dewi Haryati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved