ADVERTORIAL

Rian Ernest: FTZ Lemah Karena Tidak Berdampak Terhadap Perekonomian Batam

Perubahan status Batam dari Free Trade Zone (FTZ) menjadi KEK sempat menuai penolakan dari beberapa asosiasi pengusaha Batam.

Rian Ernest: FTZ Lemah Karena Tidak Berdampak Terhadap Perekonomian Batam
TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA
Bakal Calon Wali Kota Batam, Rian Ernest didampingi Yusiani Gurusinga selaku Bakal Calon Wakil Wali Kota Batam. 

Rian Ernest: FTZ Lemah Karena Tidak Berdampak Terhadap Perekonomian Batam

TRIBUNBATAM.id - Rencana penerapan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batam terus bergulir. Namun, penetapan KEK, yakni KEK Nongsa Digital Park dan KEK Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) ini masih terhambat revisi PP terkait Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam oleh Pemerintah.

Perubahan status Batam dari Free Trade Zone (FTZ) menjadi KEK ini juga sempat menuai penolakan dari beberapa asosiasi pengusaha Batam karena dinilai akan menurunkan daya saing Batam.

Bakal Calon Wali Kota Batam jalur independen, Rian Ernest, turut memberikan pendapatnya mengenai permasalahan ini. Rian Ernest menilai bahwa sampai hari ini kebijakan FTZ di Batam tidak mendatangkan manfaat ekonomi.

“FTZ di Batam per hari ini tidak mendatangkan manfaat ekonomi karena lemahnya sistem pengawasan lalu lintas barang, dan juga ada dugaan penyalahgunaan fasilitas fiskal,” ujarnya, Senin (6/1/2020).

“Praktek FTZ ini juga merugikan industri dalam negeri karena produk luar negeri yang masuk FTZ untuk dire-ekspor, tetapi malah bocor masuk ke pasar dalam negeri kita dan merugikan kita semua. Belum lagi ada intervensi dari kementerian pusat yang menambah birokrasi,” lanjutnya.

Menurut Rian Ernest perlu adanya kepastian dalam menerapkan aturan FTZ atau KEK di Kota Batam.

“Opsinya tinggal dua. Kalau mau pertahankan FTZ, ya benahi mismanajemen FTZ.  Kalau tidak mampu benahi itu, harus segera konversi ke KEK. Jangan main dua kaki. Investor butuh kepastian,” tegasnya.

Rian melanjutkan bahwa bila Pemko Batam dan BP Batam sudah putuskan mengambil kebijakan tunggal FTZ atau KEK dengan data yang kuat dan analisa tajam, tentu dunia usaha akan menghormati dan mengapresiasi adanya kepastian hukum dan usaha.

Dengan begitu menurut Rian nantinya ekonomi Batam akan melejit kembali.

“Harus ada ketegasan dari Pemerintah Batam,” tutupnya. (*)

Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved