BATAM TERKINI
Gudang 2 Pelabuhan Batuampar Segera Dibongkar, Jadi Awal Perbaikan Pelabuhan Batam
Proses pembangunan pelabuhan Batu Ampar diawali dengan pembongkaran gudang 2, Persero. Gudang 1 menyusul kemudian.
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Proses pengembangan Pelabuhan Batu Ampar akan dilangsungkan sekaligus. Dengan begitu, bisa diketahui berapa aset yang dimiliki Badan Pengusahaan (BP) Batam.
"Berapa aset kita, berapa aset mereka, berapa investasi yang mereka keluarkan? Dari situ baru tahu BP dapat berapa, Pelindo dapat berapa dari profit yang akan dicapai," ujar Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, Rabu (8/1/2020).
Proses pembangunan pelabuhan Batu Ampar ini diawali dengan pembongkaran gudang 2, Persero. Sementara gudang 1, rencananya akan dibongkar kemudian.
"Yang satu masih ada barang. Mungkin enam bulan kedepan perjanjian," ujarnya.
Rudi mengatakan, setelah mendapat masukan dari konsultan, pengembangan Pelabuhan Batu Ampar akan dilakukan dengan kerjasama.
Dimana, konsultan negara yang membantu menghitung. Konsultan itu juga yang menghitung untuk kedepan aset-aset yang ada di Batu Ampar.
• Lihat Fotonya di Sini, Puncak Arus Mudik Natal 2019, Pelabuhan Batuampar Padat Penumpang
• BP Batam Tunggu Sinyal Kemenkeu Soal Pengelolaan Pelabuhan Batuampar
Sebelumnya, Rudi mengakui semua bangunan di dalam kawasan pelabuhan direncanakan untuk dibongkar.
Kemudian, konsorsium akan membangun ulang. Termasuk untuk membuat pos jaga.
"Jadi semua dibongkar dan dibangun baru. Nanti kita akan buat pos baru dan pintu masuk baru," katanya.
Proyek Pelabuhan Batuampar Batam Bakal Dimulai Maret 2020
Badan Pengusahaan (BP) Batam telah melangsungkan pertemuan dengan Pelindo I, Pelindo II dan Persero.
Pertemuan ini dipimpin langsung Kepala BP Batam, Muhammad Rudi.
Bahkan Pelindo II sudah menandatangani MoU dengan konsorsiumnya, Pelindo I dan Persero Batam.
Rudi berharap dengan adanya konsorsium itu, diharapkan akan memulai pengerjaan proyek fisik di Pelabuhan Batuampar, Maret 2020.
"Hari ini kita sudah MoU Mudah-mudahan paling lambat Maret sudah mulai ada pekerjaan. Pelindo II sudah bentuk konsorsium dengan Pelindo I dan Persero," ujar Rudi, Rabu (8/1/2020).
Rudi menyebutkan pengembangan Pelabuhan Batuampar ini diharapkan akan selesai enam bulan ke depan.
• Pelabuhan Peti Kemas Batuampar Penyumbang Keungan Kota Batam, Tahun Ini Batam Terima Rp 37,8 Miliar
Dan bertujuan meningkatkan kegiatan bongkar muat di pelabuhan peti kemas itu.
Pengerjaan ditargetkan selesai sekitar September 2020 mendatang.
Pelindo II dan konsorium mengerjakan bagian didalam, dan BP Batam sendiri akan menyelesaikan jalan masuknya.
Adanya pengembangan ini, lanjut Rudi diharapkan proses bongkar muat yang lama ini dikeluhkan lambat, bisa operasional sesuai standard nasional.
Bahkan selama pembangunan berjalan, aktivitas bongkar muat di Batu Ampar masih berjalan.
"Bertahap bangun, bisa dermaga bagian timur dulu, baru barat begitu seterusnya," kata Rudi.
Rudi menyampaikan, untuk pelebaran pelantar di pelabuhan, akan dilakukan pada tahap kedua.
Pembangunan akan dilakukan, hingga kebelakang timur. Sehingga, bongkar muat di Pelabuhan Batu Ampar itu, bisa naik.
"Dari kapasitas hari ini hanya 350 ribu TEUS lebih kurang. Target kita diatas 1 juta TEUS. Artinya, pendapatan kita juga akan meningkat tiga kali," imbuhnya.
Menhub Budi Karya Akui Fasilitas Pelabuhan Batuampar tak Memadai
Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi akan mengevaluasi penempatan pelabuhan Pelni di Batumpar. Apakah tetap di Pelabuhan Batuampar, atau kembali ke Pelabuhan Beton di Sekupang.
Hal ini disampaikan Budi, usai meninjau kesiapan angkutan Lebaran tahun 2019 di Batam, Kepri, Sabtu (25/5). Budi sudah melihat kondisi Pelabuhan Pelni di Batuampar. Diakuinya, fasilitas yang ada kurang maksimal.
"Banyak fasilitas pelabuhan yang kurang memadai. Alternatifnya diperbaiki atau kembali ke Sekupang. Sekupang diperbaiki," kata Budi.
Untuk jangka panjang, alternatifnya fasilitas di Pelabuhan Batuampar akan diperbaiki. Sedangkan jangka pendek, terlebih di musim mudik Lebaran saat ini, Budi meminta kepada pemerintah setempat, ada tenda-tenda di lokasi di Pelabuhan Pelni Batuampar.
Dan untuk kontainer yang berada tak jauh dari tempat kapal bersandar, dipindahkan sementara waktu. Selain itu, Budi juga meminta ada pos pelayanan kesehatan.
"Intinya kita akan evaluasi. Untuk draft, di sini (Pelabuhan Batuampar) memadai," kata Budi.
Banyak penumpang kapal yang mengeluhkan kondisi Pelabuhan Pelni di Batuampar saat ini. Selain masih bergabung dengan pelabuhan kargo, sehingga membuat tingkat risiko kepada penumpang juga tinggi.
Di dalam ruang tunggu penumpang, Budi memasangkan life jacket kepada beberapa penumpang. Ia juga berdialog dengan empat sampai lima penumpang kapal, soal keluhan yang dirasakan, dan masukannya.
"Kalau disuruh pilih, mau di pelabuhan mana. Batuampar atau Sekupang?," kata Budi saat berdialog dengan seorang penumpang di dek kapal.
"Pelabuhan Sekupang Pak. Di sini gabung dengan kontainer. Kalau di sana kan tidak," jawab penumpang.
Beberapa penumpang juga mengeluhkan jarak antara ruang tunggu penumpang menuju kapal bersandar. Mereka harus menaiki bus terlebih dahulu, jika akan berangkat.
Belum lagi dihadapkan dengan situasi berdebu, jika kondisi panas. Dan kena hujan jika kondisi sedang hujan. Penumpang juga mengeluh tidak ada kendaraan umum di dekat pelabuhan. Kondisi ini berbeda dengan Sekupang, di sana terdapat jalur Bus Bus Trans Batam di dekat pelabuhan.
Sebelum di Batuampar, terminal Pelni berlokasi di Sekupang. Namun, karena fasilitas di Sekupang minim, maka Menteri Perhubungan kala itu, Ignatius Jonan memutuskan memindahkannya ke Batuampar, bersebelahan dengan pelabuhan kargo. Pemindahan terjadi pada pertengahan tahun 2016 lalu.
Penumpang Keluhkan Debu, Jalan Kaki Keluar ke Pelabuhan Batuampar Jauh!
Penumpang yang berjalan kaki dari kapal KM. Kelud menuju pintu keluar dermaga Batu Ampar, keluhkan debu dan jarak yang cukup jauh.
Pantauan TRIBUNBATAM.id Rabu (20/6/2018), ribuan penumpang baru saja turun dari kapal KM. Kelud berasal dari pelabuhan Belawan.
Penumpang yang turun dari KM. Kelud berjalan kaki menuju pintu keluar dermaga Batu Ampar.
Baca: Heboh! PSK Asing Pukul Pelanggannya Pakai Botol Bir Karena Hanya Dibayar Rp 250 Ribu!
Baca: Viral Medsos! 2 Tahun Kerja Keras Di Taiwan, Pasangan Rombak Rumah Sederhananya Jadi Mewah!
Baca: Jangan Panik! Penyakit Asam Urat Dapat Diatasi Pakai 3 Ramuan Alami! Ini Rahasia Membuatnya!
Baca: Inilah Hymne Pasukan Elite Kopassus yang Bikin Bulu Kuduk Merinding, Begini Liriknya!
Jarak antara kapal KM. Kelud menuju pintu keluar dermaga Batu Ampar memang lumayan jauh.
Salah satu penumpang, Rosminah mengatakan, sepanjang perjalanan dari Kapal menuju pintu keluar dermaga sangatlah tidak nyaman.
"Banyak debu, Capek jalan kaki kalau dengan barang bawaan begini," tuturnya secara singkat kepada TRIBUNBATAM.id Rabu (20/6/2018).
Dia kembali melanjutkan, Pelayanan yang di dapat berbeda ketika ia memulai perjalan mudik menuju Belawan kemarin.
"Kalau waktu berangkat kan, kita di antar menggunakan Bus dari pintu masuk pelabuhan ke Kapal," katanya.
Salah satu penumpang, Yono juga mengatakan, terpaksa menggunakan jasa transportasi Laut, di tengah ketidak nyamaman yang dia rasakan.
"Ngga nyaman lah, Ini masa ada truk kontainer yang mondar mandir di antara pejalan kaki. Saya juga terpaksa menggunakan kapal, karena tiket pesawat kemarin mahal," tuturnya.
(tribunbatam.id/roma uly sianturi/dewi haryati/dewangga rudi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/06072019pelabuhan-batuampar3.jpg)