BATAM TERKINI

Jelang Tes CPNS 2019, UPT BKN Kepri Gelar Simulasi di Gedung Bersama Batam, Ini Tujuannya

UPT Badan Kepegawaian Negara (BKN) Batam, Kepri menggelar simulasi CAT bagi calon peserta tes CPNS 2019 di Gedung Bersama lantai 5 di Batam

Jelang Tes CPNS 2019, UPT BKN Kepri Gelar Simulasi di Gedung Bersama Batam, Ini Tujuannya
TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA
Suasana UPT Badan Kepegawaian Negara (BKN) Batam, Kepri menggelar simulasi CAT CPNS 2019, Rabu (8/1/2020). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Menjelang tes Computer Assisted Test (CAT) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019, UPT Badan Kepegawaian Negara (BKN) Batam, Kepri menggelar simulasi bagi calon peserta. Simulasi ini digelar di Gedung Bersama Lantai 5 Batam Center.

Sebanyak 150 kuota dibuka dalam sehari pelaksanaan simulasi ini. Semua peserta dibagi ke dalam tiga sesi.

Untuk sesi pertama simulasi pada pukul 08.00 WIB, semua peserta tidak ada yang lulus.



Sementara untuk sesi kedua dan ketiga dilakukan pukul 13.00 WIB dan 15.00 WIB.

Kendatipun dalam tes sesi pertama tidak ada peserta yang lulus, namun bukanlah itu tujuan dari simulasi ini.

Tes ini sebagai latihan kesiapan disiplin setiap peserta CPNS nantinya.

CPNS Batam 2019 Dibuka, Pengurusan SKCK di Polresta Barelang Melonjak Drastis

CPNS 2019 - Lowongan CPNS Batam Cuma 140 Formasi, yang Daftar 4.246 Orang, Posisi Ini Paling Diincar

"Tes ini memang sangatlah penting, untuk pengenalan bagi yang belum pernah ikut, ada gambaran. Latihan ini sebagai kesiapan dan disiplin mereka, tidak ada toleransi ketika nanti proses sebenarnya," ujar Kepala UPT BKN Batam Delpa Nopri Kasmi, Rabu (8/1/2020).

Diakuinya, simulasi CAT tambahan ini dilakukan atas permintaan calon peserta ujian yang sebelumnya tidak mendapatkan kesempatan mengikuti simulasi pada gelaran yang dilakukan sebelumnya.

Ia melanjutkan simulasi ini penting untuk diikuti. Utamanya bagi pendaftar yang statusnya fresh graduate, untuk memberikan pengalaman kepada calon peserta ujian.

Ia menambahkan simulasi ini tidak akan bisa memenuhi kuota mereka yang masih belum mendapatkan jatah mengikuti simulasi.

Hal ini disebabkan karena pada gelaran pertama, hanya sekitar 75 persen saja yang hadir mengikuti simulasi.

"Harusnya mereka yang tidak ingin ikut simulasi tidak perlu mendaftar, tapi mereka ikut, akhirnya kuota yang ada menjadi kosong. Dari kuota 800, hanya datang 500 lebih. Padahal banyak yang mau ikut simulasi," tuturnya. 

(tribunbatam.id / Roma Uly Sianturi)

Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Dewi Haryati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved