Polisi Masih Selidiki Dugaan Pencurian di Pasar Bintan Center Tanjungpinang
Penyidik reskrim Polsek Tanjungpinang Timur masih menyelidiki kasus dugaan pencurian yang dialami seorang pedagang di Pasar Bintan Center, Leny.
Penulis: Endra Kaputra | Editor: Septyan Mulia Rohman
TRIBUNBATAM.id,TANJUNGPINANG - Penyidik unit reserse kriminal (reskrim) Polsek Tanjungpinang Timur masih menyelidiki kasus dugaan pencurian yang dialami seorang pedagang di Pasar Bintan Center, Tanjungpinang, Leny.
Tas milik Leny yang hilang diduga diambil oleh tiga orang wanita, Jumat (6/12/2019).
Penyidik menemui kendala dalam mengungkap pencuri yang beraksi di Pasar Bintan Center.
Kapolsek Tanjungpinang Timur melalui Kanit Reskrim Ipda Onny Chandra menyampaikan, polisi mengalami kesulitan melacak pelaku.
"Handphone korban yang ikut dicuri masih belum aktif juga," katanya, Rabu (8/1/2020).
Pedagang Pasar Diduga Jadi Korban Pencurian
Kerumunan pedagang dan warga di Pasar Bintan Center terfokus pada sebuah laptop milik pedagang.
Mereka penasaran dengan pelaku yang diduga mengambil tas milik Leny, seorang pedagang di pasar itu.
Dalam rekaman kamera pengawas CCTv, tiga wanita ini pun menggunakan jilbab berwarna, hitam dan merah.
"Nah lihat itu yang merah itu itu ambil di bawah meja," ujar sejumlah orang yang menonton CCTv, Jumat (6/12/2019).
Dari pengakuan Leny, aksi pelaku pun terbilang rapi.
Tiga wanita yang diduga mengambil tas Leny itu mencoba mengelabui dirinya dengan cara menanyakan sejumlah barang dagangan.
"Jadi dua orang minta saya ambilkan cabai, ada yang minta ambilkan jeruk buat mengelabui. Nah satu lagi yang ambil tas. Saat saya sedang fokus melayani dua kawannya, satu orang lagi ambil tas saya di bawah meja," ucapnya.
Leny mengatakan, ada uang tunai Rp 10 juta dan satu unit handphone dalam tas miliknya itu.
Uang tunai itu rencananya ia gunakan untuk keperluan Natal. Leny pun mengaku sudah membuat laporan ke polisi.
"Sudah lapor polisi, mereka saat ini sedang mengejar pelaku itu," ucapnya.
Leny mengatakan, tiga pelaku yang ia curigai sebagai pencuri itu sempat bolk balik di tempat usaha miliknya.
Ketiga pelaku yang diduga mengambil tas berisi uang tunai Rp 10 juta dan satu unit handphone itu, membeli jaruk nipis, petai dan cabai merah dengan harga Rp 30 ribu.
Leny yang curiga menghitung ada sekitar empat kali tiga pelaku yang diketahui wanita itu mondar mandir ke tempat berdagang milik Leny.
"Saya sempat tanya, kenapa bolak-balik terus. Kata satu orang dari mereka ada yang kurang. Habis itu tidak jadi beli, hanya tanya aja. Seperti orang linglung gitu," katanya, Jumat (6/12/2019).
Leny baru sadar tas miliknya hilang ketika ia mau mengambil handphone. Kejadian itu menurutnya terjadi sekitar pukul 10 pagi.
Ia pun sudah melaporkan kepada pihak kepolisian atas kejadian tersebut.
"Belum laporan resmi, saya hanya laporkan aja, kasih tahu kalau kemalingan. Tas saya di bawah meja sudah tidak ada ketika mau ambil handphone," ucapnya.
Uang sekitar Rp 10 juta menurutnya merupakan untuk Natal.
"Gak menyangka saya kok bisa kemalingan begini. Baru kali ini kemalingan," katanya.(tribunbatam.id/endrakaputra)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/06122019_pedagang-pasar-bintan-center-kemalingan.jpg)