Breaking News:

Disdikpora Gunung Kidul Yogyakarta Tindak lanjuti Dugaan Pencabulan oleh Oknum Pembina Pramuka

Disdikpora Gunung Kidul bertemu 4 orang siswi. Mereka mendapat perlakuan tak senonoh oleh pendamping Pramuka berinisial Ed di bulan Desember 2019.

Editor: Septyan Mulia Rohman
Istimewa
ilustrasi dugaan pencabulan di sebuah SMPN di Gunung Kidul, Yogyakarta. 
Sejumlah siswi Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) diduga menjadi korban pencabulan yang diduga dilakukan oknum pembina pramuka di sekolah itu. 

Korban yang mengalami trauma pun melaporkan perbuatan bejat pembina pramuka tersebut kepada orangtua mereka.

“Hari ini saya datang ke sini (sekolah) memastikan memang benar terjadi seperti itu,” kata Kepala Disdikpora Gunungkidul, Bahron Rasyid saat ditemui di Gedangsari Jumat (10/1/2020). 

Bahron mengaku sempat bertemu dengan 4 orang siswi. Mereka mengaku mendapat perlakuan tidak senonoh oleh pendamping Pramuka berinisial Ed di bulan Desember 2019 lalu.

Pihaknya memastikan kondisi korban sudah membaik dan tenang, meski diakuinya ada trauma akibat peristiwa itu.   

“Kami mendorong anak-anak tetap belajar dengan baik. Mereka memang mengalami trauma terhadap perilaku Pak Ed, tetapi di sekolah mereka merasa aman. Saya berikan jaminan Pak Ed tak akan lagi membina Pramuka di SMP ini,” ucap Bahron Rasyid. 

 POPULER Fakta Lengkap Sopir Taksi Online yang Cabuli Penumpangnya Hingga Hamil, Tega Peras Korban!

Pihak Disdikpora terus memantau perkembangan psikologis anak. Jika ada keluhan diharapkan untuk melaporkan ke sekolah dan akan ditindaklanjuti.

“Selama ada ketidaknyamanan lapor ke bapak ibu guru, nantinya akan lapor ke kami, akan kami tangani,” tegasnya. 

Bahron mengatakan, pihaknya dan sekolah akan melakukan pengawasan terhadap pembina pramuka.

Kapolsek Gedangsari, AKP Solechan mengatakan, ada 7 orang saksi dan korban yang diperiksa vterkait dugaan pencabulan ini.

Dari pengakuan awal, diketahui perbuatan dugaan pencabulan para siswi SMPN di Kecamatan Gedangsari dilakukan oleh oknum guru pendamping Pramuka itu pada Agustus dan Desember 2019. 

Perbuatan tersebut dilakukan di sekolah, dan bumi perkemahan di wilayah Sleman. Menurut dia, karena perbuatan itu, para siswi mengalami trauma.

"Dengan bujuk rayu, beberapa siswi mendapat perlakuan tidak senonoh dan lainnya. Orang tua murid melaporkan ke sini diarahkan ke Polres," ucap AKP Solechan.(Kompas.com/ Kontributor Yogyakarta, Markus Yuwono)

Artikel ini telah tayang di Tribunmataram.com dengan judul Duduk Perkara Sejumlah Siswi SMP Dicabuli Pembina Pramuka saat Kemah, Kini Korban Trauma, https://mataram.tribunnews.com/2020/01/10/duduk-perkara-sejumlah-siswi-smp-dicabuli-pembina-pramuka-saat-kemah-kini-korban-trauma?page=all.

Sumber: Tribun Mataram
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved