Selidiki Kasus Laka Kerja, Penyidik Satreskrim Polres Karimun Periksa Dokumen Perusahaan
Pemeriksaan dokumen yang diminta Satreskrim Polres Karimun terkait perizinan perusahaan tambang granit setelah laka kerja yang menewaskan 1 pekerja.
"Semalam saya masih ketemu waktu salat Magrib. Almarhum sering salat jemaah di Masjid," katamya.
Aguslan turut berduka terhadap meninggalnya Maryono.
Maryono diketahui meninggalkan seorang istri dan satu orang anak.
"Almarhum masih punya anak kecil yang masih SD," ucapnya.
Isak tangis tampak dari istri Maryono di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Guntung Punak, Sabtu (4/1/2020) sore.
Istri Maryono Tak Kuasa Menahan Tangis
Air mata terlihat membasahi pipi wanita berjilbab hijau itu. Ia terduduk lemas di samping kuburan ketika jenazah suaminya dimakamkan.
Bahkan sewaktu dibawa menuju pemakaman, istri Maryono ingin tetap berada di samping jasad suaminya. Tampak beberapa anggota keluarga berusaha menenangkannya.
Maryono merupakan pekerja PT Pasific Granitama, sebuah perusahaan tambang granit di Desa Pangke, Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri.
Bagian teknik perusahaan itu mengalami kecelakaan kerja (laka kerja) tergilas roda mesin konveyor, Sabtu (4/1/2020).
Sebelum dimakamkan, jenazah Maryono terlebih dahulu disalatkan di Masjid Baiturrohman, Guntung Punak, Kelurahan Darussalam, Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
"Korban bekerja di bagian teknisi elektrik," kata seorang pekerja. (tribunbatam.id/elhadif putra)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/korban-laka-kerja-di-karimun-dimakamkan-1.jpg)