ANAMBAS TERKINI

Sempat Sulit Dicari, Ikan Simbok Kini Mendominasi di Pasar Anambas, Rp 25 Ribu Perkilo

Ikan simbok kini mendominasi di pasar ikan di Kecamatan Siantan, Anambas. Beberapa waktu lalu ikan ini sulit dicari dan harganya mahal.

Sempat Sulit Dicari, Ikan Simbok Kini Mendominasi di Pasar Anambas, Rp 25 Ribu Perkilo
TRIBUNBATAM.ID/RAHMA TIKA
Aktivitas masyarakat di pagi hari, memburu ikan di pasar ikan Tarempa, Anambas, Senin (13/1/2020) 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Warga Kecamatan Siantan memadati pasar ikan yang terletak di jalan Ahmad Yani laut, Desa Tarempa Barat, Kecamatan Siantan, Anambas, Senin (13/1/2020) pagi.

Pasalnya beberapa waktu lalu ketersediaan ikan simbok atau ikan tongkol sempat sulit diperoleh warga. Mengingat gelombang yang tidak menentu, membuat para nelayan yang mencari ikan harus pasrah jika hanya mendapat hasil tangkapan tidak seperti bulan biasanya.

Namun, kini ikan simbok mendominasi di pasar ikan. Pantauan Tribunbatam.id di pasar ikan, tak hanya ikan simbok, pedagang ikan juga menjual ikan manyuk, ikan selayang, ikan kerapu, ikan sela, cumi, sotong, dan beberapa ikan jenis lainnya.




Andi salah satu pedagang ikan segar mengaku untuk sekarang ikan sudah normal kembali.

"Memang beberapa waktu lalu ikan simbok harganya mahal. Sekarang Alhamdulillah sudah ada yang jual Rp 25 ribu sampai Rp 30 ribu per ekor," kata Andi.

Perdana, Desa Rewak di Anambas Dipercaya Jadi Tuan Rumah MTQ Tingkat Kecamatan

Diskominfotik Anambas Buka 5 Penerimaan Orang Tenaga Ahli, Catat Persayaratan dan Tahapannya

Sedangkan untuk harga ikan manyuk dipatok Rp 50 ribu per empat ekor, tergantung ukurannya. Untuk harga cumi ada yang jual dengan harga Rp 40 ribu perkilonya.

Beberapa ibu rumah tangga, memilih untuk memborong ikan sebagai stok di rumah, untuk disimpan jika nanti ikan sudah mulai mahal dan hanya sedikit yang dijual di pasar.

"Mau saya stok saja ikannya, mumpung murah. Kebetulan saya juga jualan empek-empek, kalau nggak stok ikan suka terkendala jualannya," ujar Dila. 

Harga Cengkeh di Anambas Anjlok Cuma Rp 40.000 Sekilo

Sementara itu, harga cengkeh di Anambas anjlok. Harga jualnya hanya Rp 40 ribu perkilo.

Diketahui, menanam cengkeh merupakan salah satu sumber pencaharian petani di Kabupaten Kepulauan Anambas.

Sayangnya, beberapa petani cengkeh beberapa hari terakhir mengeluhkan harga jual cengkeh yang dirasa menurun dibandingkan tahun lalu.

Kondisi ini membuat para petani cengkeh merasa gelisah.

Sebab di situlah mata pencaharian mereka berada.

Salah satu petani cengkeh di Kecamatan Jemaja mengaku tak dapat berbuat banyak.

Menurutnya ia tak mampu untuk mengupah orang untuk memanjat pohon cengkeh miliknya.

"Sekarang lagi musim nya, harga cengkeh kalau dijual sekarang turun banget harganya, belum upah orang yang manjat, mana ada untung lagi buat kita," ucap Acok selaku petani cengkeh di Kecamatan Jemaja melalui WhatsApp, Senin (13/1/2020).

 Segudang Manfaat Minyak Cengkeh untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui

 

Dari informasi yang diperoleh TRIBUNBATAM.id, saat ini harga cengkeh berkisar Rp 40 ribu per kilonya.

Padahal, tahun lalu harga cengkeh perkilo mencapai Rp 80 ribu.

Sementara untuk harga upah memanjat cengkeh per kilonya dipatok sebesar Rp 14 ribu.

Proses dari pengambilan cengkeh hingga dijual dikatakannya cukup panjang.

Mulai memanjat dan memetik cengkeh, kemudian dikeringkan dengan cari dijemur beberapa hari hingga benar-benar kering.

Para petani cengkeh berharap pemerintah daerah bisa melihat kondisi mereka saat ini, serta bisa memberi solusi agar petani cengkeh dapat menjual hasilnya dengan harga yang wajar. (tribunbatam.id/Rahma Tika)

Penulis: Rahma Tika
Editor: Dewi Haryati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved