Breaking News:

Fakta Pelajar Korban Kejahatan Jalanan Tewas di Bantul, Tersangka Akui Iseng Lempar Cat ke Korban

Pelajar di Bantul, Yogyakarta, Fatur Nizar Rakadio meregang nyawa setelah mendapat perawatan intensif di rumah sakit, korban kejahatan jalanan.

Istimewa
Foto ilustrasi pengendara motor di Bantul, Yogyakarta meninggal dunia usai mendapat perawatan intensif di RS akibat aksi kejahatan jalanan. 

Kepolisian Resor Bantul mengungkap kasus kejahatan jalanan atau klitih yang tewaskan satu pelajar SMK di Bantul bernama Fatur Nizar Rakadio.

Dalam pengungkapan kasus tersebut, ada 12 orang yang diamankan.

Satu diantaranya Aps (18) telah ditetapkan sebagai tersangka utama.

Sementara 11 lainnya masih sebagai saksi dan akan dilakukan pendalaman.

Adapun motif para pelaku melempar cat ke motor korban kemudian menendangnya sampai terjatuh hanya karena iseng.

"Dari penuturan tersangka hanya untuk iseng. Membawa cat dengan kantong plastik dengan tujuan dilempar kepada rombongan yang berpapasan. Jadi korbannya itu acak," kata Kapolres Bantul, AKBP Wachyu Tri Budi Sulistiyono, saat jumpa pers di Mapolres Bantul, Selasa (14/1/2020).

5. Para pelaku masih pelajar

Disebutkan dalam laman TribunJogja.com, para gerombolan pelaku ternyata masih pelajar.

Para pelaku yang diamankan tersebut masih berstatus pelajar namun sebagian lainnya sudah lulus sekolah di tahun sebelumnya.

Termasuk tersangka utama, APS, sudah lulus dari salah satu SMK.

Ia disangkakan melanggar pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan kematian orang lain.

"Ancamannya hukuman pidana maksimal 7 tahun," ujar Kapolres.

6. Ibunda korban geram dengan alasan pelaku

Bidi Astuti, ibu kandung dari Fatur Nizar Rakadio, pelajar di Bantul yang meninggal dunia karena klitih.
Bidi Astuti, ibu kandung dari Fatur Nizar Rakadio, pelajar di Bantul yang meninggal dunia karena klitih. (Tribun Jogja/Ahmad Syarifudin)

Bidi bersama sang suami, Deddy Indrihartono, memang sengaja menyempatkan waktu mendatangi Mapolres Bantul.

Mereka ingin secara langsung melihat para pelaku.

Matanya berkaca-kaca. Ia tak habis pikir, begitu teganya pelaku mencelakai anaknya. 
Sampai akhirnya meninggal dunia.

Bidi juga mengecam para pelaku agar mendapat hukuman yang setimpal.

"Hutang nyawa harus dibayar nyawa. Saya belum menerima. Apalagi alasannya tadi karena iseng," kata Bidi, ditemui di Mapolres Bantul, Selasa (14/1/2020).(Tribunnews.com/ TribunJogja.com/ Ahmad Syarifudin)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul FAKTA Pelajar Tewas jadi Korban Keisengan Orang Tak Dikenal, Kronologi hingga Pelaku Baru Lulus SMK, https://www.tribunnews.com/regional/2020/01/15/fakta-pelajar-tewas-jadi-korban-keisengan-orang-tak-dikenal-kronologi-hingga-pelaku-baru-lulus-smk?page=all.

Editor: Septyan Mulia Rohman
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved