Breaking News:

Respon Jokowi, Erwin Aksa: Kans Sandiaga Lebih Besar Ketimbang Anies di Pilpres 2024, Alasannya

Anies bukan kader partai. Masa jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta akan berakhir 2022 atau dua tahun sebelum Pilpres 2024.

Penulis: | Editor:
dok_IG_erwinaksa
HAJATAN HIPMI - Presiden Joko Widodo menyalami para sesepuh dan mentan ketua umum BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) termasuk Erwin Aksa, usai menghadiri seremoni pelantikan pengurus PB HIPMI periode 2020-2024 di Hotel Raffless, Jakarta, Rabu (15/1/2020) siang. 

JAKARTA, TRIBUN-BATAM.id — Di hajatan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia ( HIPMI) di Jakarta, Rabu (15/1/2020) siang, Presiden Joko Widodo (62), mengisyaratkan pengusaha muda termasuk sosok Sandiaga Uno (50) akan menjadi salah satu figur presiden paling diperhitungkan di Pilpres 2024 mendatang.

Lantas bagaimana dengan Gubernur DKI Jakarta Anies R Baswedan (50), yang juga santer disuarakan jadi salah satu figur presiden?

Jokowi: Hati-hati! Sandiaga Uno Calon Presiden di 2024

Ketua Umum HIPMI (2008-2011) Erwin Aksa (45), menyebut peluang Sandiaga masuk kontestasi kepemimpinan nasional 2024 mendatang, lebih besar dibandingkan Anies.

Erwin membenarkan jika isyarat yang diberikan Jokowi di forum resmi HIPMI sangat realistis. 

“Apa yang disampaikan Presiden bahwa sandi akan jadi kuda hitam Pilpres itu benar. Sandi memiliki popularitas tertinggi di banding calon muda lainnya.” ujar Erwin menjawab pertanyaan wartawan usai menghadiri seremoni pelantikan pengurus PB HIPMI periode 2020-2024 di Hotel Raffless, Jakarta, siang tadi.

Di acara HIPMI, Jokowi sebut mantan rivalnya Sandiaga Uno akan jadi kuda hitam di Pilpres 2024
Di acara HIPMI, Jokowi sebut mantan rivalnya Sandiaga Uno akan jadi kuda hitam di Pilpres 2024 (ganjar_dok_tribun_batam)

Anies Baswedan Ikut Sambut Presiden Jokowi sehabis Pulang dari Abu Dhabi

Ahok Yakin Anies Baswedan Lebih Pintar Atasi Banjir, Soal Demo: Aku Sudah Lulusan Mako Brimob

Di acara, Erwin duduk di barisan -para mantan ketua umum HIPMI. Ini termasuk Sandiaga Uno (2005-2008), Raja Sapta Oktohari (2011-2015).Mereka duduk di barisan kedua. 

Ketua Umum Hipmi Mardani Maming, Ketua Dewan Pembina Hipmi Bahlil Lahadalia, Menteri BUMN Erick Thohir, pejabat tinggi dan menteri lain di barisan depan.

Erwin dinonaktifkan sebagai pengurus teras DPP Golkar karena secara terbuka mendukung pasangan Prabowo-Sandi di Pilpres 2019 lalu.

Menurut Erwin, setidaknya ada empat alasan kenapa Sandiaga lebih unggul dibanding Anies.

Meski tambahnya, sama-sama terpilih di Pilgub DKI Jakarta 2017 lalu, namun konstalasi politik nasional mutakhir, lebih menguntungkan Sandiaga.

“Sandi sudah tercatat sebagai kader Partai Gerindra, sedangkan Anies masih profesional. Susah Anies untuk dapat tiket partai di pilpres 2024,” kata Erwin.

Selain pengalaman di event politik, alasan kans Sandiaga lebih besar karena Anies akan kehilangan momen menjelang pilpres 2024.

Masa jabatan Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta akan berakhir 2022 atau dua tahun sebelum Pilpres 2024. “Anies akan kehilangan momentum 2 tahun, sebelum Piplres,” ujarnya.

Investasi Bodong Seret Belasan Artis, Ello dan Eka Deli Mengaku Korban

Alasan berikutnya adalah kinerja sebagai incumbent gubernur. “Anies masih punya dua tahun untuk membuktikan bahwa dia berhasil mempimpin dan membuat nyaman warga ibu kota negara.”

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved