VIDEO - Tertangkap Bawa 30.037 Ekstasi ke Batam, Polisi Ungkap Isi WhatsApp J Sebelum Tertangkap

Polisi mengungkap isi pesan whatsapp J, pembawa 30.037 butir ekstasi sebelum diamankan di pelabuhan Harbour Bay Batam.

"Jadi dia membawa koper dan beberapa peralatan lainnya. Saat di mesin X-ray, didapatkan narkotika jenis ekstasi 30.037 butir pil ekstasi dan 31,7 gram ekstasi yang disembunyikan dalam 11 bungkusan makanan," ungkap Kepala KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam, Susila Brata saat memimpin konferensi pers pengungkapan.

Diketahui pula J akan dikenakan ancaman sesuai undang-undang (UU) narkotika pasal 112 ayat 2 dengan ancaman pidana penjara minimal lima tahun dan maksimal 20 tahun.

Selain itu, dia juga terancam hukuman sesuai pasal 113 ayat 2 karena membawa barang haram itu dari luar negeri, serta pasal 114 ayat 2 minimal dengan ancaman pidana penjara minimal enam tahun dan maksimal 20 tahun.

Hanya sebagai kurir

Wadir Resnarkoba Polda Kepri, AKBP SOM Pardede mengungkapkan jika sosok J hanyalah seorang kurir.

"Dia itu hanya bertugas membawa saja. Namun, kami masih berusaha mengambangkan kasus ini dari bukti-bukti dan pengakuan tersangka nantinya," ungkapnya saat konferensi pers pengungkapan penyelundupan narkotika jenis ekstasi ke Batam digelar di Kantor KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam, Selasa (14/1/2020).

Selain itu, Pardede juga mengatakan jika barang haram ini dibawa oleh J dari Malaysia.

Namun, J harus bertekuk lutut setelah diciduk petugas Bea dan Cukai Pelabuhan Ferry Internasional Harbour Bay, Batam, akibat gerak-geriknya mencurigakan.

Warga Negara Indonesia (WNI) ini pun diketahui sebagai pelaku tunggal. Sebab, Pardede menyebut J bukan termasuk jaringan internasional.

"Tapi itu masih sementara. Akan dikembangkan," katanya.

Sesuai rencana, J diketahui akan membawa barang-barang haram dengan total 30.037 butir pil ekstasi dan 31,7 gram ekstasi yang dikemas ke dalam 11 bungkus makanan ringan ke Jakarta.

Seiring berjalannya penyidikan terhadap J, terungkap pula isi pesan WhatsApp antara J dan si 'penerima' puluhan ribu pil ekstasi itu.

"Sudahlah, kamu sudah ditangkap polisi," tulis si 'penerima' ke nomor WhatsApp milik J.

Menurut Wadir Resnarkoba Polda Kepri, SOM Pardede, hal itu diketahui setelah data seluler milik J dibongkar agar memudahkan pihaknya membongkar 'jaringan'.

"Sejauh ini masih dia mengaku sebagai pemain tunggal. Namun itu harus diselediki dengan berbagai cara," sebutnya saat konferensi pers digelar di Kantor KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam, Selasa (14/1/2020).

Selain itu, Pardede juga menduga jika si 'penerima' sebut saja Mr X ini telah membuang telepon genggam miliknya agar mempersulit langkah kepolisian membongkar kasus yang kerap terjadi di Batam ini.(tribunbatam.id/ichwannurfadillah)

Penulis: Ichwan Nur Fadillah
Editor: Rio Batubara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved