Wacana Penutupan Lokalisasi Teluk Pandan Pemilik Tempat Usaha Mengaku Pasrah, Kami Bisa Apa

Pemilik tempat usaha di Pusat Rehabilitasi Sosial Non-Panti Teluk Pandan atau yang biasa dikenal warga dengan Kawasan Sintan hanya bisa pasrah.

Wacana Penutupan Lokalisasi Teluk Pandan Pemilik Tempat Usaha Mengaku Pasrah, Kami Bisa Apa
TRIBUN BATAM/ IAN PERTANIAN
Lokasi tempat hiburan malam di Sintai, Teluk Pandan, Tanjung Uncang siang hari seperti dipotret Minggu (3/7/2016) 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Pemilik tempat usaha di Pusat Rehabilitasi Sosial Non-Panti Teluk Pandan atau yang biasa dikenal warga dengan Kawasan Sintan hanya bisa pasrah. 

Mereka tidak dapat berbuat banyak apabila wacana penutupan lokalisasi di Tanjung Uncang Kecamatan Batuaji, Kota Batam itu benar-benar dilakukan. 

"Kami bisa apa? Toh, kami hanya mencari rezeki dari sini. Lagian izin kami ada sebagai rehabilitasi non panti, masalah 'begituan' sudah tahu sama tahu saja," ucap seorang pria paruh baya sambil meminta namanya tak dipublikasikan, Rabu (15/1/2020).

Sambil duduk termenung, dia menceritakan jika ruko tempat usaha miliknya di kawasan itu merupakan warisan dari paman kandungnya yang telah lama wafat.

"Ini usaha turun temurun, saya hanya melanjutkan. Lagi pula, program pemerintah juga sering turun di sini seperti penyuluhan HIV/AIDs dan pendataan. Kami patuh dan mendukungnya," ujar pria itu.

Jumlah pengunjung yang datang ke kawasan ini juga jauh berkurang. Apalagi sejak perekonomian di Kota Batam mulai menurun akibat banyak perusahaan gulung tikar.

"Kalau di bawah tahun 2015 baru bisa disebut ramai. Sekarang kalau mau ditutup, tak disuruh pun mungkin sebagian akan tutup," sebutnya dengan memasang wajah pilu.

Dari pria ini kemudian diperoleh informasi kalau ada 15 bar masih aktif hingga kini. Sedangkan untuk Pekerja Seks Komersial (PSK) sendiri katanya tinggal hitungan jari.

"Mereka (PSK) itu hanya berapa lima atau enam paling banyak. Tak terlalu rutin juga tamu datang," ucapnya.

Pantauan TribunBatam.id, tampak lokalisasi ini sepi pengunjung jika hari masih sore.

Beberapa wanita pekerja pun tampak duduk santai di depan pelantar ruko atau bar-bar di kawasan ini.

"Kalau malam ramai bang," sebut salah seorang wanita pekerja.(tribunbatam.id/ichwannurfadillah)

Penulis: Ichwan Nur Fadillah
Editor: Septyan Mulia Rohman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved