Wawancara Riezky Aprilia Kaget soal PAW Berujung Penetapan Tersangka oleh KPK, Saya Kader Partai

Politisi PDIP, Riezky Aprilia kaget soal PAW hingga berujung penetapan tersangka oleh KPK. Ia merupakan kader partai yang tundur akan arahan partai.

Wawancara Riezky Aprilia Kaget soal PAW Berujung Penetapan Tersangka oleh KPK, Saya Kader Partai
Tribunnews.com/Dokumetasi DPR RI
Politisi PDIP Riezky Aprilia tidak tahu soal PAW hingga berujung penetapan sejumlah tersangka oleh KPK. 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Nama Riezky Aprilia menjadi perbincangan publik. Itu setelah adanya pengungkapan kasus suap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap eks Komisioner KPU, Wahyu Setiawan terkait Pengganti Antar Waktu (PAW) anggota DPR RI dapil Sumatra Selatan I periode 2019-2024).

Dalam wawancara khusus kepada Tribun Network, Selasa (14/1/2020),  Riezky Aprilia tidak tahu mengenai persoalan PAW hingga berujung penetapan tersangka oleh KPK

Riezky masih belum aktif berkantor di Gedung DPR Senayan, Jakarta. Ia baru aktif pada pekan depan.

"Saya jadwalnya Minggu depan baru berkantor," ujar Riezky Aprilia kepada Tribun Network, Selasa (14/1/2020).

Riezky merupakan anggota Komisi IV DPR dari daerah pemilihan (dapil) Sumatera Selatan I. Ia dilantik pada 1 Oktober 2019, sesuai ketetapan KPU untuk menggantikan caleg PDI-P Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia pada Maret 2019. Nazarudin merupakan caleg dengan raihan suara terbanyak di dapil Sumsel 1.

Riezky ada di posisi kedua, sehingga ditetapkan KPU sebagai pengganti Nazarudin untuk dilantik sebagai anggota DPR.

Ketetapan itu diputuskan KPU pada 31 Agustus 2019 melalui rapat pleno. Padahal, pada 26 Agustus 2019, DPP PDI-P disebutkan telah mengirim surat ke KPU terkait permohonan pelaksanaan putusan Mahkamah Agung (MA) bahwa suara caleg meninggal dunia menjadi kewenangan partai.

DPP PDI Perjuangan pun mengajukan Harun agar menjadi pengganti Nazarudin. Namun, KPU menolak permohonan itu.

Harun Masiku terjerat kasus dalam upaya merebut kursi di DPR. Mengenai itu, Riezky Aprilia mengaku tidak tahu soal PAW tersebut.

"Prinsipnya saya memang tidak tahu apa-apa terkait PAW-PAW makanya saya bingung juga mau jawab apaan," ujar Riezky.

Riezky menjelaksan, tidak tahu masalah PAW karena sejak Desember lalu reses dan baru kembali pada pekan ini.

Riezky yang kini berada di komisi IV DPR RI, mengatakan hanya kerja sesuai perintah partai. Sebagai kader PDIP, ia meyakini partainya profesional dalam mekanisme demokrasi hari ini. 

"Terkait mekanisme (PAW), ada lembaga yang lebih berhak menjelaskan. Saya kader partai dan saya ikuti arahan dan perintah partai," ujar Riezky," ucapnya.

 
Setelah KPU menolak surat dari DPP PDIP, Harun Masiku disebutkan memberi uang senilai Rp 600 juta kepada eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan agar membantunya menjadi anggota DPR melalui mekanisme PAW. Wahyu Setiawan pun menyanggupi hal tersebut.

"WSE (Wahyu) menyanggupi membantu dengan membalas, 'Siap mainkan!'," kata Wakil Ketua KPK Lili Pintauli dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Kamis (9/1/2020) lalu.

Halaman
1234
Editor: Septyan Mulia Rohman
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved