BUAYA DI BATAM

Awas! Buaya Muara di Nongsa Batam Belum Ditemukan

Buaya ini aktif siang dan malam hari. Buaya muara termasuk karnivora yang memangsa apa dan siapapun yang memasuki wilayahnya.

Awas! Buaya Muara di Nongsa Batam Belum Ditemukan
TRIBUNBATAM.id/Septyan Mulia Rohman
Proses evakuasi buaya ke tempat penangkaran sementara di Desa Air Bini, Kecamatan Siantan Selatan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri, Senin (3/9/2019). 

Awas! Buaya Muara di Nongsa Batam Belum Ditemukan

TRIBUNBATAM.id, BATAM —  Seekor buaya yang terekam warga di kolam perairan sekitar galangan kapal (ship yard), kawasan Industi Kabil, kelurahan Batu Besar, Kecamatan Nongsa, sekitar 2,5 km tenggara Batam Center, Rabu (15/1/2020), kembali memantik resah.

Pasalnya, jejak buaya muara (Crocodylus porosus) itu menghilang. Buaya ini masih misteri. 

Apakah kembali ke habitatnya di muara sungai, masuk ke kawasan hutan bakau, apakah masuk ke kawasan industri atau pemukiman warga.

Berita viral hari ini - Diterkam lalu bergulat dengan buaya, pria dari Sulawesi Barat ini ditemukan tewas mengapung di sungai Suremana
Berita viral hari ini - Diterkam lalu bergulat dengan buaya, pria dari Sulawesi Barat ini ditemukan tewas mengapung di sungai Suremana (Country News | Kompas.com/Junaedi)

 Belum ada keterangan resmi soal jenis buaya, ukuran, panjang, dan perilaku, juga masih misteri.

Sejauh ini, pemunculan reptil yang kerap menerjang manusia ini bersamaan puncak air pasang di perairan gugusan Kepulauan Riau, pertengahan bulan 15 Januari 2020.

Pemunculan buaya di kawasan industri Kabil, Nongsa ini, adalah pertama di tahun 2020.

Dalam catatan Tribun, pemunculan reptil air payau di sekitar pemukiman warga adalah kali kali keenam dalam  4 tahun terakhir. Setidaknya itu yang terekam publik.

Air Pasang, Buaya Muara Mulai Masuk Kawasan Industri di Batam, ini 6 Pemunculan Lain

Dari keterangan Dicky, karyawan industri galangan kapal di Kabil, menyebut ukuran buaya tak terlalu besar. “Sedang, warna hitam,” katanya.

 Informasi yang beredar, buaya ini terekam di sekitar saluran kolam PT SMOE, shipyard di Jl Hang Kesturi, Lot 5-1, Batu Besar, Kecamatan Nongsa, Batam.

Namun, seorang security PT SMOE membantah. “Itu sepertinya direkam di pelabuhan Citra Nusa, memang tak jauh dari sini,” ujar pria muda yang minta identitasnya disamarkan.

Dari pemantauan Tribun di lokasi, inilah kali pertama warga sekitar kawasan industri Kabil melihat merekam reptil karnivora ini.

Industri galangan kapal, senantiasa membuat kolam atau aliran sungai yang terhubung langsung dengan laut.

Inilah akses keluar masuk kapal yang akan atau telah rampung atau pasca-revarasi.

Pemunculan buaya yang terekam warga Batam adalah yang pertama di tahun 2020.

Pemunculan buaya di kawasan Dam Duriangkang, Batam, 2016 lalu.
Pemunculan buaya di kawasan Dam Duriangkang, Batam, 2016 lalu. (dok_facebook)

Berikut ini sembilan kasus pemculan buaya di Kota Batam. Pemunculannya selalu di musim hujan.

  1. Desember 2019- BUAYA Rawasari. Tepat sebulan lalu, sekitar medio Desember 2019 , warga di sekitar Laut Rawasari, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Belakangpadang, Kota Batam, dibuat resah.  Belakangan, otoritas kecamatan dan kepolisian membantah buaya rekaman warga itu di kawasan administrarif mereka,. Camat Belakangpadang, Yudi Admajianto menyebutnya “itu buaya hoax”.
  2. April 2019 - Buaya Dam Duriangkan. Sebelumnya, melalui akun Facebook Sufina Saiful Upie, warga Pulau Buluh, Kota Batam,  juga beredar video blur seekor buaya besar muncul di sekitar Dam Duriangkang, Sei Beduk, Batam, Rabu,(4/12/2019). Warga menduga, buaya muara itu berasal dari penangkaran buaya terbesr di Pulau Bulan.  Februari 2019- Buaya Sei Beduk -
  3. Pertengahan Februari 2019. Ini juga bersamaan saat air pasang, dan puncak musim hujan. Kala itu, masyarakat yang beraktifitas di sekita Sei Beduk, dihimbau  waspada. Informasi yang beredar di lapangan, itu adalah buaya betina yang tengah bertelur. Meskipun yang terekam hanya satu ekor, namun warga meyakini banyak buaya lainnya berkeliaran di area sekitar bendungan tersebut. Asep, pengawas bendungan tersebut mengatakan, ada warga (pemancing) yang mengabarkan kepadanya bahwa di sekitar area dam Sei. Beduk tersebut ditemukan buaya yang sedang berkeliaran.
  4. 4. April 2017 - Buaya Ocarina, Batam Center
  5. Di akhir musim Hujan tahun 2017 lalu, warga Batam juga dihebohkan dengan pemunculan reptil jaman pra-sejarah ini, Tepatnya 30 April  2017. Kala itu Kemunculan kawanan buaya di sekitar jembatan di sekitar pesisir Ocarina Batam Centre, Batam, Kepulauan Riau. Pemunculan itu, bersamaan dengan dimulainya pengembangan kawasan perumahan dan bisnis yang berhadapan langsung dengan perairan utara Pulau Batam. Warga menduga, buaya itu mulai masuk ke kawasan publik, karena habitatnya terganggu. Namun, dari dugaan sementara kawanan buaya itu adalah yang lepas dari kawasan penangkawan buaya di Pulau Bulan.
  6. 5 Januari 2016 -Buaya Tanjung Uncang. Pemunculan tahun 2016 lalu, di awal tahun 2016, tepatnya 5 Januari 2016  juga di kawsan pantai. Tepatnya di Marina Tanjunguncang dan Dapur 12 Batam,
  7. 6. Januari 2015 - Buaya ukuran 5 meter ditemukan di kawasan perairan Nongsa.
  8. 16 Desember 2015, Buaya Tanjung Uncang -- Warga di Marina, Tanjunguncang dan Dapur 12, Batam, yang melihat munculnya buaya di sekitar mereka. Diduga binatang ganas ini lepas dari penakaran di Pulau Bulan. 
  9. 8 Oktober 2014, Tanjung Riau. warga menemukan buaya yang besarnya dua meter di sekitar pemukiman warga Kampung Tua Tanjungriau, pada 3 Oktober 2014.
  10.  25 Januari 2011 - Buaya Pulau Bulan -  Belasan buaya lepas. Diduga karena air pasang. Penangkaran buaya di salah satu pulau di Batam, pada 25 Januari 2011. Buaya yang berukuran hingga 4 meter ini diamankan oleh Satuan Polair dan Angkatan Laut
Halaman
Penulis: Ichwan Nur Fadillah
Editor: thamzil thahir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved