TANJUNGPINANG TERKINI

Kejati Kepri Lanjutkan Penyidikan Kasus Penyalahgunaan Wewenang Izin Tambang, Negara Merugi Rp 30 M

Kejati Kepri masih melakukan penyidikan terhadap kasus penyalahgunaan wewenang atas izin tambang bauksit. Kasus ini menyeret dua mantan kadis di Kepri

TRIBUNBATAM.ID/ENDRA KAPUTRA
Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kepri Sudarwidadi 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) masih melakukan penyidikan terhadap kasus penyalahgunaan wewenang atas izin tambang bauksit.

Hal itu disampaikan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kepri Sudarwidadi.

"Masih terus berjalan kasus itu di Kejati," katanya, Kamis (16/1/2020).




Ia mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi.

"Masih dilakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi," ujarnya kembali.

Menjabat sebagai Kajati baru di Kepri, Sudarwidadi menegaskan, pihaknya akan terus meningkatkan kinerja dalam menegakkan hukum.

Amjon, Kadis Andalan Nurdin Basirun, Ditarget KPK, Tumbang di Kejati Kepri

Kerugian Negara Rp 30 Miliar, Kejati Tetapkan Amjon dan Azman Taufik Tersangka

"Tetap kami meneruskan apa yang sudah dilakukan oleh Kajati yang lama, dan meningkatkan kinerja," tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, dari hasil penyidikan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), dugaan kerugian negara atas penyalahgunaan wewenang jabatan yang dilakukan dua orang mantan Kepala Dinas di Pemprov Kepri mencapai Rp 30 miliar.

Hal itu disampaikan Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Kepri Tety Syam.

"Dari dua alat bukti yang sudah lengkap. Atas perbuatan tersebut, negara mengalami kerugian Rp 30 miliar," tegasnya.

Kasus ini pun terkait pemberian izin usaha pertambangan pada Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kepri 2018-2019.

Halaman
1234
Penulis: Endra Kaputra
Editor: Dewi Haryati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved