Breaking News:

Viral di Medsos Curhatan Istri Pendaki Tewas, Ponsel Korban Hilang Lalu Tiba-tiba Menyala

Setelah beberapa waktu, pihak keluarga mengungkapkan sejumlah kecurigaan atas meninggalnya kedua korban.

Editor: Aminudin
ISTIMEWA
Curhatan istri pendaki 

Pada tgl 23 bertepat pda hari rabu tim pencarian mendapatkn baju, celana,sepatu, 2 bantal dan pakain dalam kotor didaerah pelantaran. Pencarian tetap berlanjut sampai pada tgl 25 oktober seorang pendaki imisial mg mendatangi pos relawan dan menceritakan bagaimana kronologi beliau bertemu dengan adik dan suami aku.

Beliau mengatakan bahwa ia bertemu adik dan suami aku disekitar shelter 2 pada dini hari pada tgl 15 dan berangkat bersama menuju pelantaran. Serta menginap di pelantaran dengan jarak tenda yang sedikit berjarak dan mereka bertemu dengan seorang penziarah yang mengaku bertapa diatas gunung disekitar pelantaran dan sudah mengaku berada disana selama 13 hari serta bertahan hidup dengan meminta makanan dengan pendaki yang dtg.

Pada malam harinya mereka sempat berbincang2 dan mg sempat berbicara sama penziarah yang menginap dipelantaran tersebut. Penziarah tersebut sempat mengatakan kepada mg bahwa ia tidak menyenangi suami aku. Ia bahkan sempat mengatakan apabila ia masih muda ia ingin menghabisi orang yang menggunakan kalung yakni suami aku.

Karena ia tidak menyukai orang yang menggunakan kalung,tetapi mereka berbicara menggunakan bhsa daerah. Keesokan harinya pendaki mg sempat menghampiri tenda adik dan suami aku tetapi tidak menemukan adik dn suami aku, mereka hanya melihat dua gelas kopi yang masih hangat didepan tenda dan ia juga mengatakan bahwa tidak melihat penziarah yang menginap dipelantaran itu.

Pada hari itu juga mg melakukan perjlanan pulang kebawah kaki gunung. Pencarian terus berjalan. Kesaksian dari mg menjadi salah satu bukti bahwa adik dan suami aku melakukan pendakian digunung dempo. Penacarian terus berjalan sampai satu relawan menemukan baju kaos suami aku didekat tenda penziarahdengan lokasi yang berbeda.

Pencarian diperluas keseluruh kawasan gunung dempo. Pencarian sempat terganggu dengan keadaan cuaca yang buruk didaerah kawasan gunung.

Pada tanggal 29 oktober tim pencarian menemukan tracking pole, korek kriket dan botol minum dipuncak gunung.

Pada hari itu juga tim menemukan kalung suami aku ditemukan tidak jauh dari tracking pole.
Pada tanggal 1 november tepat hari 10 pencarian, tim wanadri meneropong daerah sekitar kawah dan melihat ada seperti asoy brwarna biru didkat kawah. Pada hari itu juga seluruh tim dan keluarga melakukan briefing besar2an tentang pencarian selama 10 hari dan menarik kesimpulan dari berbagai tim yang terjun langsung dalam penncarian.
Keesokan harinya tim pencarian keseluruhan dikerahkan untuk naik kepuncak sekitar kawah dan penulusuran daerah pelantaran serta daerah timur gunung yang belum telusuri.
Saat tim wanadri dan tim relawan mencoba sedikit lebih turun kekawah mereka meneropong asoy biru yang dimaksud slah satu tim pencarian. Saat diteropong lebih dekat teryata terlihat jelas bahwa asoy yang dimaksud itu ternyata baju yang dipakai adik aku. Seluruh tim dikerahkan menuju lokasi. Keesokan harinya 4 org tim relawan turun menuju lokasi adik dan suami aku.

Mereka melakukan pengankatan suami aku terlebihi dahulu dan adik aku dievakuasi keesokan harinya.

Suami aku dipulangkan pada tanggal 3 dan dimakamkan dikampung halaman.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved