Breaking News:

PILGUB KEPRI

PILGUB KEPRI - Dukung Soerya Respationo Jadi Gubernur Kepri, 300 Paguyuban Nyatakan Sikap

Balon gubernur Kepri HM Soerya Respationo, kian mantap ikut Pilkada Kepri 2020 setelah dapat dukungan dari 300 paguyuban dan kalangan profesional.

TRIBUNBATAM.ID/ICHWAN NUR FADILLAH
Soerya Respationo 

Dia pun berharap, seluruh elemen masyarakat di Provinsi Kepri juga dapat memberikan dukungan doa dan restunya terhadap kedua figur ini.

"Setiap calon yang mencalonkan diri tentu berharap memperoleh dukungan yang sebanyak-banyaknya untuk menang," ucapnya memberikan komentar perihal memaksimalkan dukungan dari pendukung Nurdin Basirun.

Akan tetapi, Soerya pun hingga kini masih menunggu keputusan dari pengurus partai di pusat.

"Dukungan telah kami terima dari PKB, Gerindra, dan Hanura. Yang lainnya juga telah berkomunikasi," katanya.

Soerya-Isdianto Berpotensi Pisah

Meski dalam beberapa kali kesempatan, Soerya dan Isdianto terlihat mesra, potensi keduanya pisah di pemilihan Gubernur Kepri tahun depan, masih mungkin terjadi.

Tak menutup kemungkinan, Soerya dan Isdianto malah akan menjadi lawan dalam memperebutkan kursi orang nomor satu di Kepri itu.

Diketahui status Isdianto saat ini menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt) Gubernur Kepri.

SK Bernomor 121.21/6344/Sekjen itu ditandatangani Mendagri. Surat dikeluarkan pada 12 juli 2019 tentang Penugasan Wakil Gubernur Kepri Isdianto selaku pelaksana tugas Gubernur Kepri.

Dia menggantikan Gubernur Kepri Non Aktif Nurdin Basirun yang ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan, Juli 2019 lalu.

Kini, posisi Nurdin Basirun berstatus terdakwa, dan masih menjalani persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, dengan nomor perkara 106/Pid.Sus-TPK/2019/PN Jkt.Pst.

Persidangan diperkirakan akan putus antara Februari-Maret 2020 mendatang.

Jika majelis hakim memvonis Nurdin Basirun bersalah dalam perkara tindak pidana korupsi dan tidak banding, maka Isdianto berpotensi tidak searah dengan Soerya Respationo.

Alasannya, secara otomatis Isdianto diangkat menjadi Gubernur Kepri defenitif.

Terkait hal itu, Ketua KPU Kepri Sriwati mengatakan secara aturan, memang Gubernur tidak boleh mencalonkan sebagai calon wakil gubernur. Harus mencalonkan lagi gubernur apabila tidak dua kali berturut-turut. 

Demikian halnya berlaku dengan Bupati dan Wali Kota.

"Memang secara aturan tidak bisa seorang gubernur mencalonkan diri sebagai calon wakil gubernur. Harus mencalonkan diri sebagai gubernur dengan syarat tidak dua kali berturut-turut menjabat jabatan gubernur," kata Sriwati, Jumat (13/12/2019) saat dihubungi Tribunbatam.id.

Hal tersebut paparnya, terdapat pada Undang-undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2016.

(tribunbatam.id/leo halawa/ichwan nur fadillah)

Editor: Dewi Haryati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved