ADVERTORIAL

Terkait Aturan Drop Off 15 Menit, Rian Ernest: Kebijakan Membantu Rakyat Malah Mau Dihilangkan?

Rian memberikan opsi lain terhadap Pemko Batam agar retribusi parkir tidak bocor melalui konversi kutip parkir secara online dengan uang elektronik.

Terkait Aturan Drop Off 15 Menit, Rian Ernest: Kebijakan Membantu Rakyat Malah Mau Dihilangkan?
TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA
Bakal calon Walikota Batam 2020 jalur independen, Rian Ernest 

Terkait Aturan Drop Off  15 Menit, Rian Ernest: Mengapa Kebijakan yang Membantu Rakyat Malah Mau Dihilangkan?

TRIBUNBATAM.id - Bakal calon wali kota Batam jalur independen, Rian Ernest, buka suara terkait rencana revisi Peraturan Daerah (Perda) Kota Batam nomor 3 Tahun 2018, tentang Penyelenggaraan dan Retribusi Parkir, terutama terkait aturan waktu drop off 15 menit.

Lulusan  S2 jurusan Public Administration di Lee Kuan Yew School of Public Policy, Singapura, ini merasa heran dengan pernyataan Pemerintah Kota Batam yang menilai adanya keanjlokan Pendapatan Asli Daerah (PAD) disebabkan Perda yang menggratiskan parkir 15 menit.

”Mengapa kebijakan yang membantu rakyat yang sekedar antar jemput keluarga di Mall, malah mau dibatalkan? Ada apa ini?,” tanya Rian Ernest, Jumat (17/1/20).

Rian berpendapat bahwa Perda Parkir mengenai aturan drop off  harus terus dipertahankan.

"Kalau memang dirasa 15 menit terlalu lama, diputuskan saja segera apakah 10 menit, 7 menit atau sebagainya. Tapi yang pasti, konsep parkir hanya untuk drop off itu harus dipertahankan,” tegasnya.

Rian juga memberikan opsi lain terhadap Pemko Batam agar retribusi parkir tidak bocor, yakni melalui konversi kutip parkir secara online dengan menggunakan uang elektronik.

"Bekali jukir (juru parkir) dengan alatnya atau pasang mesinnya seperti di Jakarta. Jadi tercatat betul, dan uang langsung masuk ke kas daerah, menghindari potensi bocor kemana-mana," kata Rian.

Rian berpendapat jangan sampai warga itu dialihkan perhatiannya dari potensi pajak sesungguhnya, yaitu pendapatan dari pajak restoran, hotel dan juga hiburan.

"Seharusnya Pemko Batam untuk menggenjot PAD bukan berfokus kepada hal yang receh, tetapi fokus untuk mengejar pendapatan dari pajak restoran, hotel dan juga hiburan,” lanjut pria yang pernah menjadi Staf Ahli Hukum Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tersebut.

"Perkuat lagi sistem online di hotel, restoran dan pusat hiburan. Bila disiplin, saya yakin penerimaan pajak bisa naik berlipat-lipat,” ungkap Rian memberikan solusi. (adv)

Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved