Rabu, 8 April 2026

IMLEK 2020

JELANG Imlek 2020, Warga Tionghoa Ramai Sembahyang di Vihara Budhi Bhakti Batam

Pengurus Vihara Budhi Bhakti Rudi Tan mengungkapkan, sembahyang ini merupakan tradisi agama Tri Dharma yang dilakukan seminggu sebelum Imlek.

|
TRIBUNBATAM.ID/DEWI HARYATI
Suasana persiapan Imlek di Vihara Budhi Bhakti Batam 

JELANG Imlek 2020, Warga Tionghoa Ramai Sembahyang di Vihara Budhi Bhakti Batam

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Menutup tahun 2570 kalender Imlek, masyarakat Tionghoa Batam ramai sembahyang ke Vihara yang sering disebut Windsor, Nagoya, Jumat (17/1/2020).

Kepada TRIBUNBATAM.id, pengurus Vihara Budhi Bhakti, Rudi Tan mengungkapkan, sembahyang ini merupakan tradisi agama Tri Dharma yang dilakukan satu minggu sebelum tahun baru Imlek.

"Ini merupakan tradisi agama Tri Dharma yaitu Kepercayaan, Tao, dan Budhis. Kita sembahyang untuk menutup tahun satu minggu sebelum Tahun Baru Imlek," tutur Rudi.

Menurut Rudi, sembahyang ini sebagai bentuk syukur dari masyarakat Tionghoa karena telah melewati tahun sebelumnya dengan lancar.

"Kita sembahyang untuk bersyukur karena telah bisa melalui tahun 2570 kemarin. Diadakan malam hari sebelum masuk hari ke-24 di bulan terakhir kalender Imlek," sambung Rudi.

Rudi menyampaikan, sembahyang ini merupakan tradisi yang sudah dilakukan sejak lama dan bukan merupakan hari besar yang dilakukan umat Budha.

Imlek 2020 Bakal Dipusatkan di Bumi Indah Nagoya Batam, Dimeriahkan Berbagai Hiburan

"Masyarakat Tionghoa akan bersyukur, mungkin dari agama apapun, kalau orang Tionghoa kan ada istilahnya agama Tri Dharma. Ini kan memang tradisi yang lalu untuk bersyukur saja," kata Rudi.

Sembahyang ini bisa dilakukan sepanjang malam tanggal 17 sampai pagi tanggal 18 Januari dalam kalender Masehi tahun 2020.

"Jadi sembahyang ini bisa dilakukan sampai besok. Mulai malam ini (17/1/2020), sampai besok pagi (18/1/2020), nanti sampai jam 1 malam pun orang masih ramai melakukan sembahyang," ungkap Rudi.

Pantauan TRIBUNBATAM.id ritual sembahyang yang dilakukan adalah membakar dupa dan persembahan sembari memanjatkan doa-doa kepada dewa.

"Di sini kan ada dewa-dewa, orang boleh berdoa ke mana saja. Biasanya boleh juga orang berdoa ke Dewa tertinggi dulu yaitu Thi Kong, kemudian di dalam ada Dewa Pek Kong atau Amurta Bhumi," terang Rudi.

Melalui pantauan TRIBUNBATAM.id doa yang dipanjatkan kepada Thi Kong menghadap ke luar Vihara yang mana Thi Kong merupakan Tuhan di kepercayaan orang Tionghoa, berdoa menghadap ke langit yang merepresentasikan keberadaan Thi Kong.

Tampak jejeran dupa berukuran besar ada di depan Vihara, dupa yang berukir ornamen naga ini menghadap keluar searah dengan orang yang berdoa kepada Thi Kong.

Melalui sembahyang syukur ini ada harapan dari masyarakat Tionghoa untuk meminta kesehatan atas keluarganya, dan semua usaha menjadi lancar.

"Kita juga mendoakan agar negara aman dan jauh dari bencana. Tentu juga untuk Kota Batam yang kita cintai ini," tutup Rudi. (tribunbatam.id/ardananasution)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved